Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Suasana Haru Warnai Pelepasan Kloter 10, Bupati Welly Suhery Titip Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati Pasaman Welly Suheri melepas Calon Jamaah Haji (CJH) secara resmi menuju Tanah Suci, Minggu (3/5/2026).(foto: diskominfo pasaman)

Nusantaraterkini.coPASAMAN-Suasana penuh haru menyelimuti halaman Islamic Center Pasaman saat ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) secara resmi dilepas untuk menuju Tanah Suci, Minggu (3/5/2026). Keluarga yang datang dari berbagai pelosok daerah tampak memenuhi lokasi, memberikan dukungan doa dan lambaian tangan terakhir bagi para tamu Allah yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Padang

Pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan spiritual panjang bagi 193 warga Pasaman untuk menunaikan rukun Islam kelima. Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat, jamaah tahun ini memiliki profil yang sangat beragam, mencakup perwakilan dari hampir seluruh kecamatan di Pasaman. Padang Gelugur dan Lubuk Sikaping menjadi penyumbang jamaah terbanyak dengan masing-masing 47 orang. Uniknya, rentang usia jamaah kloter ini terpaut sangat jauh, mulai dari Amalia Indah yang baru berusia 21 tahun sebagai jamaah termuda, hingga Dasiar Boer Burhanuddin yang tetap semangat beribadah di usia 84 tahun sebagai jamaah tertua.

Baca Juga : Gantikan Sang Ibu, Sela Qamsiah Jadi Jemaah Termuda di Usia 14 Tahun

Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang melepas langsung keberangkatan tersebut, menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian mental dan spiritual yang membutuhkan ketahanan prima. Beliau mengingatkan para jamaah untuk selalu mematuhi instruksi petugas serta menjaga pola hidup sehat selama di Arab Saudi agar seluruh rangkaian wajib dan rukun haji dapat dilaksanakan dengan sempurna tanpa kendala kesehatan yang berarti.

Baca Juga : Kebut Pasaman Bangkit, Bupati Welly Lantik 22 Pejabat Baru di Lingkungan Pemkab Pasaman

"Ibadah haji adalah perjalanan fisik, mental, dan spiritual. Saya meminta jamaah untuk disiplin menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan jangan memaksakan diri. Jaga kekompakan, kebersamaan, serta saling tolong-menolong antar sesama jamaah selama berada di Tanah Suci," tegas Bupati Welly di hadapan para jamaah.

Selain aspek kesehatan, Bupati juga menitipkan tanggung jawab moral bagi para jamaah sebagai duta bangsa. Ia berharap para jamaah dapat menunjukkan kepribadian yang santun dan menjaga integritas daerah selama berinteraksi dengan jamaah dari negara lain. 

"Doa dan zikir diharapkan terus mengalir, tidak hanya untuk keselamatan pribadi, tetapi juga untuk kemakmuran Kabupaten Pasaman, agar seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur," pungkas Bupati.

(Emn/Nusantaraterkini.co)