Nusantaraterkini.co, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia saat ini mulai memadati kota Makkah Al-Mukaromah. Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), hingga Sabtu (25/5/2024) terdapat sebanyak 52.482 jemaah haji Indonesia sudah memasuki Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilurrahman mengingatkan jemaah haji agar senantiasa menjaga kesehatan diri setibanya di Makkah. Mengingat, saat ini kondisi cuaca di Kota Makkah cukup panas dibandingkan di Indonesia dan jemaah masih memiliki masa tunggu yang cukup panjang hingga puncak haji.
Baca Juga : Faktor Kesehatan, Satu Jemaah Kloter 11 Embarkasi Palembang Gagal Berangkat
"Cuaca di Makkah cukup ekstrim. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari. Jaga kesehatan hingga hari Arafah nanti. Karena haji adalah Arafah," ungkapnya dilansir dari laman Kemenag, Minggu (26/5/2024).
Baca Juga : Sela Qamsiah Siswi 14 Tahun jadi Jemaah Termuda Gantikan sang Ibu
Senada dengan Khalilurrahman, Kasi Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jemaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah.
"Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," kata Jamal saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Baca Juga : Update Haji 2026: Kloter 1 Yogyakarta Awali Kedatangan Jemaah Indonesia di Makkah
Kedua, minum air yang cukup. "Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti," tuturnya.
Baca Juga : Ahmad Muzani: Platform Minhaj Liga Muslim Dunia Ikhtiar Satukan Umat Islam Dunia
Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung.
"Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari," pesannya.
Baca Juga : Tim Pengawas Haji Kunjungi Jemaah Calon Haji Kloter 22 KNO
"Misalnya, jangan memaksakan umrah di siang hari. Ini bisa berakibat fatal jika dipaksakan," tandasnya.
Baca Juga : Ketua Kloter 09 KNO Sosialisasikan Skema Armuzna
(zie/nusantaraterkini.co)
