Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang remaja berhasil diamankan oleh petugas kepolisian karena terlibat aksi tawuran di Simpang Jalan Pukat, Mandala bypass, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (7/9/2024).
Pelajar tersebut dapat diamankan saat mencoba melarikan diri ke Jalan Tangguk Bongkar XI, Kecamatan Medan Denai.
Baca Juga : Tekan Kriminalitas Jalanan, Rico Waas Instruksikan Pengaktifan Masif Pos Kamling di Seluruh Lingkungan
Informasi yang didapat Nusantaraterkini.co, tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 15.05 WIB.
Baca Juga : Diprovokasi Pelaku Tawuran, Lomba Lari Antar Pemuda di Belawan Ricuh
Pengakuan warga di sekitar lokasi, tawuran itu bermula saat pelajar sekolah SMK Jambi pulang bersama melewati jalan Mandala Bypass. Namun tak berselang lama dari belakang disusul oleh sekelompok remaja yang tidak diketahui asalnya.
Saat itu kelompok yang tidak diketahui itu, langsung menyerang para pelajar SMK Jambi menggunakan berbagai senjata tajam. Merespon penyerangan itu, para pelajar SMK Jambi mencoba membalas dengan peralatan seadanya.
Baca Juga : ETLE Bertindak, Aksi Ugal-ugalan di Jalan Sudirman Berakhir di Polresta Balikpapan
Karena tawuran tersebut, sebuah kios milik S menjadi sasaran para remaja yang tidak diketahui asalnya itu.
Baca Juga : Detik-detik, Kelompok Pemuda Diduga Geng Motor Terlibat Saling Serang di Hamparan Perak
Pemilik warung yang tidak ingin identitasnya diketahui tersebut mengaku, ketika tawuran berlangsung para pelajar SMK Jambi lari tunggang langgang, ke dalam warungnya akibat kalah dengan pihak yang menyerang mereka.
"Tiba-tiba mereka tawuran gak tau apa penyebabnya, waktu pelajar (SMK Jambi) diserang mereka lari ke dalam kedai saya. Jadi lawannya itu, ngacak-ngacak warung saya, banyak juga botol minuman yang pecah," ucapnya
Baca Juga : Peringatan Hardiknas 2026, Cerita Guru dan Siswa Menghadapi Perubahan Zaman
"Tadi ada juga yang kena bacok, ada dua pelajar (SMK Jambi) tadi, tapi mereka terus lari, gak tau lagi keadaannya," sambungnya
Baca Juga : Sambut Hari Pendidikan, Amartha Siapkan Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa
Lanjutnya, ia pun mengaku menahan salah seorang pelajar SMK Jambi untuk mempertanggung jawabkan kerusakan yang ditimbulkan akibat tawuran itu.
"Saya tahan satu orang tadi, sampai orang tuanya datang. Saya tidak mau tau pokoknya mereka harus ganti rugi Rp2 juta, kenapa mereka lari ke warung ini," kesalnya.
Disisi lain, saat tawuran itu berlangsung dua petugas kepolisian yang sedang melaksanakan patroli bermotor untuk pengamanan PON XXI kebetulan melintas.
Mengetahui adanya tawuran, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok yang membawa senjata tajam.
Hasilnya petugas berhasil mengamankan satu orang remaja yang terlibat dalam tawuran itu bersama sebilah senjata tajam miliknya.
"Cuma satu yang dapat. Karena tadi kita kebetulan lewat, jadi langsung kita kejar. Mereka lari kedalam gang-gang kecil, kita juga cuma dua orang," beber Bripda Dhika.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
