Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Terkait Kayu Gelondongan: Bareskrim Amankan Tiga Unit Alat Berat dan Segel 277 Hektare Bukaan Lahan Milik PT TBS

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Brigjen Mohammad Irhamni, sedang melakukan pers rilis dan menjelaskan pemetaan terjadi bencana alam, Rabu (10/12/2025). (Foto : Rizal Oloan Nasution/Nusataraterkini.co)

Nusantaraterkini.co,TAPANULI SELATAN-Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri menyita sejumlah alat berat dan menyegel area pembukaan lahan milik PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) di hulu Sungai Garoga, Kecamatan Sipabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (10/12/2025).Perusahaan tersebut disebut sebagai salah satu penyebab banjir bandang yang melanda Batangtoru pada 25 November 2025.

Direktur Tipiter Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menyampaikan, penyelidikan dilakukan dengan pengambilan total 43 sampel kayu. Rinciannya: 19 sampel dari Jembatan Garoga, 7 sampel dari Jembatan Anggoli, serta 17 sampel dari area kebun sawit PT TBS

Baca Juga : Kayu Gelondongan Tapsel: Naik ke Penyidikan Tanpa Ada Tersangka

"Hasil pengecekan menunjukkan kecocokan vegetasi dengan material kayu yang hanyut saat banjir," jelas Direktur Tipiter Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (10/12/2025). 

Dittipiter juga mengamankan tiga unit alat berat, yakni dua ekskavator dan satu dozer. Tim juga menyegel empat titik bukaan lahan PT TBS dengan total luas 277 hektare di hulu Sungai Garoga. Lokasi-lokasi ini berada di KM 6 dan KM 8 dari Desa Garoga menuju hulu sungai.

“Berdasarkan citra satelit Kementerian Kehutanan, dari Desa Garoga sampai hulu Sungai Garoga terdapat sekitar 110 bukaan lahan. Sedang kita identifikasi apakah bukaan itu legal atau ilegal,” kata Brigjen Irhamni. 

Keempat bukaan lahan PT TBS tersebut terindikasi kuat menjadi sumber gelondongan kayu yang terseret banjir bandang. 

“Ada beberapa kayu yang identik vegetasinya dengan yang berada di lokasi pembukaan lahan ini,” tuturnya, didampingi Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara.

Di KM 6, perusahaan membangun kebun pada lereng berkedalaman 30–50 derajat dan membuat sistem terasering. Pengendapan atau bak erosi sebagai penampung air dari parit sebelum dialirkan ke anak sungai yang bermuara ke DAS Garoga.

Baca Juga : Bareskrim Telusuri Ribuan Kayu Gelondongan saat Banjir Tapsel, Dugaan Tindak Pidana Menguat

Dittipiter di lapangan juga menemukan beberapa titik longsoran di area land clearing PT TBS.

Temuan tersebut menjadi bukti tambahan bahwa perusahaan yang disebut milik Sago Nauli itu turut berkontribusi terhadap banjir bandang yang menewaskan 46 orang dan membuat 28 lainnya masih hilang. 

(Ron/nusataraterkini.co)