nusantaraterkini.co, ACEH - Kaburnya warga binaan atau narapidana (napi) di Lapas Kutacane, Aceh Tenggara diduga karena kualitas makanan.
"Ya, kita duga karena faktor makanan yang tidak layak," kata Bupati Aceh Tenggara, M.Salim Fakhry saat melihat lokasi kejadian dan bertemu dengan Kepala Lapas Kutacane, Selasa (11/3/2025).
Padahal, anggaran untuk makan narapidana mencapai Rp20 ribu perorang perhari. Peristiwa ini.memicu berbagai reaksi, termasuk kekecewaan dari sejumlah pihak terhadap kondisi di dalam lapas.
Baca Juga : Lapas Kutacane Dibobol, Puluhan Napi Kabur
Selain kualitas makanan, over kapasitas juga menjadi faktor yang memperburuk situasi, meningkatkan tekanan terhadap para penghuni dan petugas lapas.
Menanggapi kejadian ini, Bupati menuturkan, Kalapas memastikan bahwa insiden tersebut akan ditindaklanjuti dengan serius.
"Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) di Jakarta untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil," ujarnya.
Baca Juga : Puluhan Napi di Lapas Kutacane Kabur, Menteri Imipas Akan Lakukan Hal Ini
Selain perbaikan keamanan, pihak terkait juga tengah mencari solusi atas berbagai keluhan yang muncul, termasuk kualitas makanan dan kondisi hunian yang semakin padat.
"Kami memahami kekecewaan ini dan akan berusaha mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menuturkan bahwa empat hari sebelum kejadian ini, pihaknya telah menyerahkan tanah hibah untuk pembangunan Lapas Kutacane.
Ia berharap, kementerian terkait bisa merealisasikan pembangunan dengan segera.
(Dra/nusantaraterkini.co).
