Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Transformasi Stasiun Tanjungbalai: Dulu Pusat Logistik Kolonial, Kini Penopang Mobilitas Pesisir Sumut

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana Stasiun Tanjungbalai. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN -  Memasuki triwulan pertama tahun 2026, volume penumpang di Stasiun Tanjungbalai tumbuh 7 persen. 

Hal ini menandai pergeseran fungsi dari pusat distribusi logistik pada era kolonial menjadi salah satu simpul penting mobilitas masyarakat.

Baca Juga : Libur Imlek 2026: KAI Sumut Layani 35 Ribu Penumpang, Rute Rantauprapat dan Tanjungbalai Meningkat

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara (Sumut), pada periode Januari hingga Maret 2026 sebanyak 60.233 pelanggan menggunakan KA Putri Deli melalui Stasiun Tanjungbalai. 

Baca Juga : KAI Sumut Sediakan 36 Ribu Tempat Duduk untuk Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih

Angka ini meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 56.365 pelanggan.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo mengungkapkan, pertumbuhan ini sejalan dengan sejarah panjang stasiun tersebut. Pada masa lalu, Stasiun Tanjungbalai memegang peran vital sebagai pusat distribusi hasil perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet dari wilayah Kabupaten Asahan.

Baca Juga : KAI Sumut Catat 105 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

“Secara historis, stasiun ini merupakan titik pengiriman komoditas unggulan daerah yang diangkut menuju Pelabuhan Teluk Nibung untuk dipasarkan ke pasar global. Saat ini, meskipun nilai sejarah tersebut tetap terjaga, Stasiun Tanjungbalai telah bertransformasi menjadi salah satu tumpuan mobilitas masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga : 1.578 Petugas KAI Sumut Kantongi Sertifikat Kompetensi, Jamin Keselamatan Operasional

Tren peningkatan volume penumpang juga terlihat konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 62.603 penumpang, meningkat menjadi 122.401 penumpang pada 2022, kemudian 224.871 penumpang pada 2023, 234.931 penumpang pada 2024, dan mencapai 249.269 penumpang pada akhir tahun 2025.

Guna mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis, KAI menyediakan tiga jadwal perjalanan KA Putri Deli setiap harinya. Keberangkatan dari Tanjungbalai menuju Medan tersedia pada pukul 08.15 WIB, 12.35 WIB, dan 19.40 WIB.

Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, KAI Sumut Targetkan Penertiban 172 Perlintasan Sebidang hingga Akhir 2026

Rangkaian kereta ini melintasi sejumlah stasiun penting seperti Stasiun Kisaran, Stasiun Lima Puluh, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Rampah, dan Stasiun Lubuk Pakam.

Peningkatan kepercayaan masyarakat juga diimbangi dengan modernisasi fasilitas stasiun. Stasiun yang berada pada ketinggian 2,87 meter di atas permukaan laut ini kini dilengkapi dengan area parkir yang luas, toilet bersih yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta musala yang dilengkapi pendingin udara.

“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar pengalaman pelanggan semakin nyaman. Transformasi ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat untuk urusan bisnis, pendidikan, maupun wisata kuliner kerang, tetapi juga memperkuat posisi Stasiun Tanjungbalai sebagai salah satu penggerak ekonomi di pesisir timur Sumatera Utara,” tutupnya. 

(zie/nusantaraterkini.co)