Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tsunami Aceh 2004, Sudah 19 Tahun Sekarang Aceh Berkembang

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Museum Tsunami Aceh ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh

Tsunami Aceh 2004, Sudah 19 Tahun Sekarang Aceh Berkembang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tidak terasa kejadian tsunami Aceh 2004 sudah 19 tahun lamanya. Teringat jelas saat itu di mana bencana gempa bumi melanda Aceh pada 26 Desember 2004 sekira pukul 07.58 WIB. 

Di mana pusat gempa sekitar 157 Km Barat Meulaboh, dengan kedalaman 30 Km dengan Magnitudo 9,3 SR.

Baca Juga : Peringati 20 Tahun Tsunami Aceh, Frans Dellian Gelar Pameran Foto Tunggal di Banda Aceh

Alhasil daerah yang terkena tsunami yakni sepanjang daratan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Selain Sri Lanka, Thailand, dan India, Aceh merupakan daerah yang terkena bencana tsunami paling parah.

Tidak terasa sekarang sudah 19 tahun tragedi tsunami terjadi di Aceh. Peringatan musibah tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 akan menjadi momen yang mendalam dan penuh penghormatan bagi dunia terutama masyarakat Aceh.

Di mana bencana tsunami gelombangnya diperkirakan mencapai 30 meter dan menelan lebih dari 220.000 korban jiwa. 

Baca Juga : Sosok Wanita Perekam Gelombang Tsunami yang Videonya Viral Sedunia

Untuk itu, nusantaraterkini.co mencoba mengenang tragedi Tsunami Aceh dengan menilik bangunan atau lokasi yang menjadi saksi bisu atas bencana alam tersebut.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh telah menjadi destinasi yang wajib dikunjungi untuk mengenang peristiwa yang menewaskan lebih dari 220.000 korban jiwa. Di dalam museum Tsunami Aceh, banyak menampilkan koleksi foto-foto peristiwa Tsunami Aceh yang terjadi 19 tahun lalu.

Baca Juga : Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Selain itu, museum Tsunami Aceh juga memberikan pengunjung segelintir pengalaman mendalam dengan merasakan kembali detik-detik munculnya gelombang tsunami yang menghancurkan Serambi Mekkah.

Museum Tsunami Aceh saat ini menjadi tempat yang berarti buat kalian para wisatawan yang hendak bersantai, edukasi dan peringatan bagi masyarakat dan pengunjung mengenai dampak bencana besar tersebut.

Museum Tsunami Aceh sendiri terbagi empat lantai, di mana masing-masing lantai memiliki empat sampai 5 zona. Walaupun begitu, lantai paling atas tidak terbuka untuk umum dan akan di buka hanya untuk evakuasi jika terjadi tsunami.

Baca Juga : Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Lacak Dua Titik Lokasi Lainnya

Satu ruangan yang paling sakral di Museum Tsunami Aceh yakni ‘Sumur Doa’. Hal itu dikarenakan ruangan tersebut memiliki bentuk lingkaran dan langit-langit yang tinggi. Dinding ruangan tersebut, dihiasi dengan tulisan 3.600 nama korban Tsunami Aceh. Tujuannya agar para wisatawan bisa mengingatkan dan menghormati mereka yang telah kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.

Museum Tsunami Aceh ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. 

Museum PLTD Apung

Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung menjadi saksi bisu peristiwa Tsunami Aceh 2004 dan saat ini berfungsi sebagai destinasi wisata serta wisata edukasi yang dikenal sebagai Museum Kapal PLTD Apung.

Saat kejadian Tsunami berlangsung 19 tahun silam, Kapal PLTD Apung berada di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Meskipun gelombang setinggi 9 meter menghantam, kapal ini hanya terseret sampai 5 kilometer ke pusat Kota Banda Aceh dalam kondisi utuh.

Untuk itu, pemerintah Aceh pun menjadikan kapal dengan panjang 63 meter dan berat 2.600 ton in sebagai museum. Di mana, letak dari Museum PLTD Apung berada di Desa Punge, Blancut, Banda Aceh.

Peringatan 19 Tahun Tsunami Aceh

Dalam rangka memperingati Tsunami Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Smong 16-17 Desember 2023. Di mana puncak pelaksanaan peringatan ini dilakukan pada Selasa (26/12/2023) dan berlokasi di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal dilansir dari kompas mengatakan peringatan 19 tahun Tsunami Aceh akan menjadi refleksi diri bagi masyarakat Aceh untuk terus berdoa, berzikir dan berselawat.

Peringatan Tsunami Aceh ini, katanya, menjadi edukasi kebencanaan dari tingkat baca mulai dari anak SD, SMP, sampai kepada SMA yang bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada generasi yang belum merasakan bencana Tsunami Aceh.

(akb.nusantaraterkini.co)