Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Update Bencana Pasaman Barat: Jalan Provinsi Masih Lumpuh Total, Sejumlah Akses Bisa Dilalui

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jalan lintas Provinsi dari Simpang Empat ke Panti, tepatnya di Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, masih belum bisa dilalui hingga Sabtu (29/11/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,PASAMAN BARAT – Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops_PB) BPBD Kabupaten Pasaman Barat per pukul 20.05 WIB, Sabtu (29/11/2025) menunjukkan bahwa situasi bencana di Pasaman Barat semakin meluas, dengan adanya tambahan titik longsor baru yang memutus akses jalan

Akses jalan utama di empat titik kini dilaporkan terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Hingga malam hari ini, tim gabungan terus berupaya membuka akses di jalur-jalur vital berikut yang mengalami lumpuh total," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pasaman Barat Afrizal SE, kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga : Jalan Putus, Akses Jalan Panti-Talu-Simpang Empat dan Menuju Medan Lumpuh Total 

Disebutkannya, jalan yang belum bisa dilalui meliputi:

• ​Kecamatan Talamau (Jalur Baru Terputus): Longsor menimbun badan jalan Simpang Ampek-Talu di Jorong Pasangging, Nagari Talu. Kejadian ini juga berdampak pada delapan rumah warga (11 KK) dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi.
• ​Kecamatan Talamau: Jalan lintas Provinsi dari Simpang Empat ke Panti, tepatnya di Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, dilaporkan terputus total.
• ​Kecamatan Ranah Batahan: Akses jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) di Jorong Aek Napal, Nagari Batahan Barat, tidak bisa dilewati akibat terendam banjir.
• ​Kecamatan Koto Balingka: Akses jalan trans di Jorong Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, tidak bisa dilalui karena tanah longsor dan amblesnya badan jalan.

"Sementara beberapa jalur yang sempat tertutup sudah dapat dilalui, namun pengendara diimbau untuk sangat berhati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil," lanjutnya.

Jalan yang sudah bisa dilalui, meliputi:

• ​Kecamatan Talamau: Jalur longsor di Kelok Kaco, Nagari Talu, dan jalan raya lintas provinsi di perbatasan Jorong Paraman/Benteng, Nagari Sinuruik, sudah dapat dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4. Namun, di Jorong Paraman/Benteng, kondisi tanah disebut labil dan rawan longsor.
• ​Kecamatan Pasaman: Lalu lintas di kawasan terdampak banjir Nagari Aia Gadang Barat (termasuk Jorong Labuah Luruih) dilaporkan sudah bisa dilewati.
• ​Kecamatan Sungai Aur: Jalan lintas Simpang Empat Ujung Gading - Air Haji dilaporkan sudah bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4.
• ​Kecamatan Koto Balingka: Jalan di Jorong Batang Lapu, Nagari Parit, yang sebelumnya terhalang pohon tumbang, telah bisa dilalui setelah dilakukan pembersihan.

Baca Juga : Update Korban Bencana di Sumbar:  22 Orang Meninggal, 10 Orang dalam Pencarian


"Selain merusak akses jalan, longsor dan banjir juga berdampak pada korban jiwa dan kerusakan lainnya," ungkap Afrizal.

Data dampak bencana per malam hari ini menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah korban dan rumah terdampak:

Korban Jiwa dan Hilang:
• ​Di Ranah Batahan Tengah, dilaporkan 1 orang meninggal dunia akibat bencana.
• ​Pencarian masih berlangsung untuk lima orang hilang yang tertimbun longsor di Jorong Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau.

Rumah Terdampak dan Pengungsi:
• ​Banjir di Jorong Aek Napal, Ranah Batahan Barat, masih menjadi yang terparah dengan 1.120 rumah terdampak.
• ​Di Kecamatan Lembah Melintang, Nagari Kota Sawah Ujung Gading, jumlah jiwa terdampak tercatat mencapai 2.601 jiwa dan 616 rumah terdampak.
• ​Total jiwa terdampak di Nagari Batahan Tengah mencapai 5.661 jiwa dengan 380 unit rumah terendam/terdampak, 1 rumah hanyut, dan 15 unit rusak parah.

"Kerusakan di sektor pertanian dan perkebunan meluas. Di Ranah Batahan, Talamau, Kinali, dan Lembah Melintang, total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 320 juta, dengan puluhan hektar lahan persawahan dan perkebunan terendam dan rusak," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)