Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

VIDEO Zulkifli Hasan: 70 Persen Petani tak Punya Lahan, Negara Dikuasai Pemilik Modal

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti ketimpangan penguasaan lahan dan pangan di Indonesia yang menurutnya semakin dikuasai segelintir pemilik modal besar. Ia menyebut sebagian besar petani kini telah kehilangan akses terhadap tanah.

“Sekarang hampir 70 persen lahan pertanian dikuasai oleh mereka yang punya uang. Akibatnya, sekitar 82 persen petani sudah tidak memiliki lahan lagi. Mereka berubah status dari petani menjadi buruh tanah,” ujar Zulkifli dalam kesempatannya memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda sarjana Universitas Al-Wasliyah Medan, di Selecta Hotel, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga : Menko Pangan Zulkifli Hasan Janji Ubah Sampah jadi Energi dalam 2 Tahun, DPR Bilang Kelamaan

Zulkifli menambahkan, dominasi modal tidak hanya terjadi di sektor pertanian, tetapi juga dalam rantai pangan global. Ia mencontohkan, bahan makanan pokok seperti kedelai, roti, ayam, dan telur dikuasai oleh segelintir pihak.

Baca Juga : Udang Beku Terkontaminasi Radioaktif Aman Dikonsumsi, Firman Soebagyo: Menko Zulhas Jangan Main Api, Ini Risiko Serius!

“Kalau bapak ibu tadi pagi makan tempe, kedelainya dikendalikan satu orang. Kalau makan roti, hanya dua orang yang menguasai pasokannya. Bahkan untuk teh manis, hanya delapan orang yang mengendalikannya,” kata Zulkifli.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya posisi negara dalam menjaga kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Ia menilai sistem pasar bebas membuat kekuatan modal besar mendominasi hampir seluruh sektor, termasuk perbankan.

“Dana di perbankan kita ribuan triliun, tapi 50 perusahaan dengan 20 pemilik yang menguasai. Itu artinya negara tidak kuat,” ujar mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Kehutanan itu.

Baca Juga : Zulkifli Hasan: 70 Persen Petani Kini Tak Punya Lahan, Negara Dikuasai Pemilik Modal

Zulkifli pun menyerukan perlunya penguatan peran negara agar tidak sepenuhnya tunduk pada mekanisme pasar bebas.

“Zaman Pak Harto, negara terlalu kuat. Sekarang justru sebaliknya negara terlalu lemah,” ujarnya.

(cw2/Nusantaraterkini.co)