Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral di Medsos Tetangga Semprot Selang Air ke Coju Caffe, Mengaku Terganggu Kebisingan Live Music

Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Richard Eddy M.Lingga, warga yang tengah berkonflik dengan Coju Coffe saat memberikan keterangan, di rumahnya Jalan Bunga Cempaka, Kecamatan Medam Selayang, Kota Medan, Kamis (9/10/2025) malam. (Foto: Muhammad Alfi/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sempat viral di sejumlah media sosial, seorang warga berkonflik dengan pemilik usaha Coju Cofee di Jalan Bunga Cempaka, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Dalam video yang viral di sejumlah media sosial instagram ini, terlihat seorang warga yang berada di lantai 2 tepat berada di samping Coju Coffe melakukan penyiraman air ke arah cafe tersebut.

Dari penulusuran yang dilakukan Nusantaterkini.co, konflik yang terjadi antara warga dan pemilik usaha Coju Coffe ini ditengarai karena adanya suara kebisingan live music yang ada di cafe tersebut.

Baca Juga : KAI Divre I Sumut Gelar Live Music dan Ngopi Bareng Gratis di Stasiun Medan

Richard Eddy M.Lingga, pemilik rumah yang tengah berkonflik dengan Coju Coffe mengatakan, jika konflik antara pemilik cafe dengan sejumlah warga sekitar ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

"Kita masyarakat sekitar, khususnya saya sudah sering menasehati pemilik Coju Coffe untuk tidak menggelar live music dengan suara yang terlalu keras, namun hal ini tidak pernah digubris," terangnya, Kamis (10/10/2025) malam.

Meskipun sudah berulang kali diperingati, pemilik Coju Coffe pun masih terus menggelar live music hingga larut malam dengan suara yang cukup keras. Sehingga, hal ini membuat warga sekitar resah lantaran mengganggu waktu istirahatnya.

"Live music ini dilakukan hampir setiap hari, bukan cuma saya aja yang terganggu tapi warga yang lain juga. Apalagi saya baru sembuh sakit setelah beberapa waktu lalu opname di rumah sakit," jelas Richard.

Terkait kebisingan live musik di Coju Coffe itu, warga pun akhirnya melaporkannya ke pemerintah setempat untuk dilakukan penindakan terkait kebisingan yang telah meresahkan warga.

"Sebelumnya sudah kita laporkan ke pihak kelurahan dan kecamatan, dan saat itu dilakukan mediasi sebayak dua kali yang dihadir lurah, camat, perwakilan satpol pp kota medan, dan beberapa instansi lain. Dari hasl mediasi ini, pemilik Cafe di larang menggelar live musik. Sebab Cafe tersebut tidak memiliki izin," ungkap Richard.

Tidak sampai disitu saja, pemerintah setempat pun sudah melakukan pengecekan dengan menurunkan tim guna mengukur tingkat kebisingan yang terjadi akibat adanya live music yang digelar pada Coju Coffe.

"Sudah dilakukan juga pengecekan tingkat kebisingan dari dalam rumah saya, saat itu alatnya menunjukan kebisingan dengan angka 7,5 Desible. Sementara, yang diperbolehkan itu maksimalnya hanya 5 Desible," papar Richard.

Sementara itu, terkait penyiraman yang dilakukan ke Coju Coffe, Richard memaparkan jika itu merupakan puncak kekesalan yang dialami istrinya pada malam itu.

"Pada malam itu istri saya sedang sakit, suara live music-nya terdengar sangat kuat dari dalam kamar kami. Lalu istri saya melihat di Coju Cafe itu ada kepala lingkungan lagi duduk di situ, makanya dilakukan penyiraman. Tapi itu cuma sebagai peringatan aja biar jangan terus dilakukan membuat bising sampai mengganggu istirahat warga," ungkapnya mengakhiri.

(cw4/nusantaraterkini.co)