Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral! Mahasiswa UnDip Diduga Dikeroyok 30 Rekan Satu Jurusan, Alami Patah Hidung dan Gegar Otak

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: JPNN)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Seorang mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (UnDip), berinisial A (20), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan mahasiswa yang disebut berasal dari jurusan yang sama. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius, termasuk patah tulang hidung dan gegar otak.

Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah video memperlihatkan kondisi korban beredar luas di media sosial. Rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @zainalpetir_ dan memperlihatkan tubuh korban penuh luka dan memar.

Kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, membenarkan adanya dugaan tindak kekerasan tersebut. Ia menyebut peristiwa terjadi pada 15 November 2025 dan berlangsung selama beberapa jam.

Baca Juga : Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Demokrasi

“Korban diduga dikeroyok sekitar 30 mahasiswa dari pukul 23.00 WIB hingga sekitar 04.15 WIB. Akibatnya mengalami patah tulang hidung, gegar otak, serta gangguan saraf pada mata kiri,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Selain berstatus mahasiswa, korban diketahui juga bekerja paruh waktu sebagai penjual nasi goreng saat menjalani kegiatan PKL.

Usai kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan di RS Banyumanik 2 hingga pukul 17.00 WIB sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bina Kasih Ambarawa agar lebih dekat dengan keluarga. Di rumah sakit tersebut, korban menjalani perawatan intensif pada 16–21 November 2025.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus dugaan pengeroyokan tersebut.

“Kasusnya sedang dalam proses. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan rencananya akan segera dilakukan gelar perkara,” ujarnya.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).