Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral Tim Gabungan di Tanjung Lago Razia Minuman Kemasan Diduga Berbahaya, WINGS Food Nyatakan Hoax

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wings Food. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah video yang memperlihatkan tim gabungan sedang memegang minuman kemasan (minuman gelas) viral di media sosial.

Dalam video viral yang dilihat Sabtu (1/11/2025), tampak tumpukan minuman kemasan diletak di bawah lantai. Dari narasi video, diketahui kalau tim gabungan tersebut baru melaksanakan razia minuman kemasan berbahaya yang dilarang untuk dikonsumsi.

Lokasinya berada Desa Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Baca Juga : BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

"Tim gabungan TNI-Polri, Perangkat Desa, tim kesehatan bidan desa Tanjung Lago dibantu anak KKN Bina Darma razia minuman kemasan siap saji yang berbahaya bagi kesehatan anak-anak," kata seorang wanita yang ada di dalam video viral.

"Minuman kemasan Power F, Alale-ale, Jelly. Kami harap masyarakat tidak ada lagi yang menjual atau mengkonsumsi minuman ale-ale dan lainnya ini," sambungnya.

Atas video viral tersebut, pihak WINGS Food akhirnya angkat bicara. Melalui keterangan tertulisnya melalui Sheila Kansil - Head of Corporate Communications WINGS Group Indonesia yang diterima Redaksi Nusantaraterkini.co, pada Jumat (14/11/2025), pihak WINGS Food mengatakan kalau video tersebut hoax

Baca Juga : Rahmansyah Sibarani Janji Klarifikasi Usai Viral Lempar Batu ke Arah Demonstran di Tapteng

"Sehubungan dengan beredarnya konten dan berita hoaks dari akun anonim di media sosial yang menyebutkan bahwa BPOM melarang peredaran produk minuman tertentu serta menyebarkan informasi bahwa produk tersebut berbahaya bagi anak-anak, kami pihak WINGS Food menyampaikan klarifikasi," ujar pernyataan yang diterima Redaksi Nusantaraterkini.co.

Klarifikasi resmi itu sebagai berikut:  

1. Konten yang beredar merupakan video editan dan informasi yang dipelintir. Video tersebut memanfaatkan potongan rekaman dari kegiatan lokal desa dan kemudian disertai narasi palsu yang mengatasnamakan BPOM, seolah-olah ada pelarangan resmi terhadap produk tertentu, dalam hal ini adalah minuman cup produksi WINGS Food yaitu Ale-Ale dan Power F. Kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar, tidak berasal dari BPOM, dan tidak memiliki dasar hukum maupun fakta.   

Baca Juga : Blue Night Kembali Beroperasi Pascaizin Dicabut dan Disegel, Warga Pertanyakan Pengawasan Pemkab Langkat

2. Kepala Desa Tanjung Lago telah menghapus videonya juga memberikan klarifikasi resmi melalui akun TikTok-nya, dan menjelaskan bahwa video awal tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan produk apa pun. Klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa video yang beredar telah digunakan secara tidak tepat dan melampaui konteks aslinya.  

3. Minuman energi Power F dan minuman berperisa buah Ale-Ale aman dikonsumsi dan telah mengantongi perizinan dan sertifikasi sebagai berikut:  

a . Surat Ijin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)  

Baca Juga : Viral! Siswi SMP di Malang Jadi Korban Bullying di Dekat Makam, Pelaku Ditangani Unit PPA

b. Seetifikasi CPPOB (Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik) grade A dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)  

c. Sertifikasi Halal Assurance System Grade A  

d . Seetifikasi FSSC (Food Safety System Certification) 22000 versi 5.1   

Baca Juga : Usai Viral, TPS RSUD Panyabungan Kini Bersih dan Bebas Sampah

e . Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu.  

Dengan demikian, minuman tersebut aman untuk dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan.  

4. Perusahaan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi , terutama yang berasal dari akun anonim atau pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga : Viral Toko Sparepart 2 Kali Dibobol Maling Dalam Sepekan, Polisi Belum Mampu Ciptakan Rasa Aman!

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi resmi pemerintah. Terima kasih kepada masyarakat yang telah bijak dalam menerima informasi," tutupnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).