Nusantaraterkini.co, ACEH - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengaku masih banyak warga Aceh khususnya di Aceh Tengah yang terisolir.
“Hal itu dikarenakan sulitnya alat berat untuk masuk ke lokasi bencana,” katanya saat melakukan konfrensi pers melalui zoom, Minggu (14/12/2025) yang diikuti nusantaraterkini.co.
Dikatakannya, untuk bisa memperbaiki jalan, harus menggunakan alat berat. Karena, katanya, rata-rata jalan hancur akibat longsor sehingga jalan amblas.
Baca Juga : BNPB Sortir Hasil Bumi dari Aceh Tengah untuk Didistribusikan
“Ini tentu perbaikannya membutuhkan alat berat. Kendalanya, alat berat ke titik longsor masih terkendala,” ujarnya.
Maka dari itu, akunya, sampai saat ini, BNPB masih menggunakan alat berat dari kabupaten tersebut. “Setelah alat berat bisa ke titik lokasi, kita akan membuka jalan dan membuat jalan darurat,” katanya.
Masih Terisolir
Masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir karena sulitnya akses alat berat masuk ke lokasi bencana. “Kami mencatat, untuk berberapa kabupaten itu titik pengungsian ada yang mencapai 350 titik,” akunya.
Helikopter BNPB, Samsung Abdul Muhari, cuma bisa sampai ke 15-20 titik. Ia mengaku mendapat titik itu setelah kordinasi mengenai kordinat dari Babinsa.
Baca Juga : Komisi V Dorong Pembukaan Penerbangan Bandara Rembele Aceh Imbas Jalan Darat Terputus
Dijelaskan Abdul Muhari, pihaknya sudah memetakan titik-titik bencana dan kantong pengungsi. Misal, ada 100 titik kantong pengungsi, setiap 10 titik, itu berdekatan. “Di tengah area 10 titik itu, kita drop bantuan. Estimasi kita, bantuan yang disalurkan bisa bertahan dengan estimasi 3-4 hari,” terangnya.
Maka dari itu, setiap empat hari, BNPB selalu menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah. Namun sangat disayangkan, pihak BNPB belum bisa memastikan kapan akses jalan di Kabupaten Aceh Tengah bisa dilalui seperti sediakala.
(Akb/nusantaraterkini.co)
