Nusantaraterkini.co - Endang Sri Rahayu, warga lingkungan I Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, mengungkapkan harapannya mendapatkan bantuan pendidikan untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar.
Endang mengaku secara akademik, anaknya merupakan seorang siswa yang berprestasi di sekolah. Ia juga mengatakan bahwa anaknya merupakan seorang anak yatim.
Harapan itu diungkapkan Endang pada penggelaran kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2024 oleh Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, T Edriansyah Rendy SH M.Kn di Jalan Besi Lingkungan 2, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (21/1/2024) sore.
Baca Juga : DPRD Medan Minta Wali Kota Evaluasi Regulasi Pemotongan Hewan
“Di sekolah SD anak saya ranking 3 pak, sekarang anak saya anak yatim. Mohon dibantu anak saya pak,” ucap Endang kepada anggota DPRD Medan, Rendy.
Endang menjelaskan meskipun anaknya seorang yatim dan berprestasi di sekolah, namun sang anak belum pernah mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah.
Ia pun meminta agar sang anak setidaknya mendapatkan bantuan berupa Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca Juga : DPRD Medan Soroti Penataan Kota dan PKL, Siapkan Rekomendasi Solutif
“Tolong dibantu pak supaya anak saya ini bisa dapat PIP. Itu saja pak (permintaan saya),” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Lurah Tanah 600 M Achbar Lubis, perwakilan Puskesmas Rengas Pulau (Dinkes Medan) Rini Resky Manda Daulay, dan perwakilan Dinas Sosial Medan Linda Ramayani tersebut.
Menanggapi hal itu, Rendy mengaku akan meminta timnya untuk memastikan bahwa keluarga Endang telah masuk ke dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pasalnya, DTKS merupakan langkah awal bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah, termasuk PIP yang merupakan program Pemerintah Pusat.
Baca Juga : Komisi X Soroti Dugaan Pungli PIP: Negara Gagal Lindungi Hak Pendidikan Anak Miskin
Kemudian di tahun ini, Rendy mengatakan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan telah menganggarkan bantuan untuk 20 ribu siswa SD dan 20 ribu siswa SMP (tidak mampu).
Tak hanya itu, terdapat pula bantuan untuk anak putus sekolah di Kota Medan agar bisa kembali bersekolah.
“Untuk anak ibu (Endang) yang berprestasi dan seorang yatim, tentu harus terus bersekolah. Kita akan minta agar anak ibu bisa mendapatkan bantuan pendidikan, setidaknya untuk awal dari APBD (Kota Medan) dulu. Kita juga akan upayakan agar bisa mendapatkan PIP,” kata Rendy.
Baca Juga : Mengecek Status Kelayakan Penerima Bantuan Pendidikan KIP dan PIP
(Ann/Nusantaraterkini.co)
