Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Warga Pesisir Pantai Kuala IDI Terancam Abrasi, Karena Hujan Deras Melanda

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wartawan di Kabupaten Aceh Timur membuka posko pemulihan jurnalis korban banjir, Selasa (2/12/2025) malam. (Dokumentasi Jurnalis Aceh Timur)

Nusantaraterkini.co, Aceh TimurWarga Pesisir Pantai Kuala IDI Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur mengalami abrasi cukup signifikan karena hujan deras melanda beberapa hari belakangan ini.

Akibatnya, rumah warga di sekitar lokasi pantai menjadi bibir pantai karena abrasi -pengikisan daratan di pesisir pantai- terjadi setelah hujan deras melanda.

Irwandi satu warga setempat menceritakan sepekan lalu, ombak tinggi mulai muncul pada Selasa (25/11/2025) pagi dan berlangsung selama empat hari berturut-turut.

"Sehingga ia dan warga lainnya mengalami abrasi pantai hebat dengan gelombang pasang air laut yang datang sangat tinggi menghantam bibir pantai sampai ke halaman belakang rumah. Hal itu mengancam tanah dan rumah yang ada di lokasi pesisir pantai di makan ombak laut," terang Irwandi, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga : Akses Terputus Lumpur Setinggi Leher, Ratusan Warga di Aceh Timur Sempat Tak Terhubung

Setelah itu, katanya, ada beberapa warga yang rumahnya terdampak abrasi langsung menyelamatkan barang berharga ke rumah keluarga yang letaknya jauh dari pantai.

"Apalagi saat itu, ia dan warga lainnya melihat pasir di pesisir pantai terus menurus tergerus oleh ombak tinggi sampai-sampai rumahnya dan warga lainnya seakan berada di bibir pantai, padahal sebelumnya, jarak bibir pantai 30-50 meter jauhnya dari bibir pantai," terangnya.

Pj. Keuchik Gampong Kuala IDI Cut M Insya membenarkan hal tersebut. Ia menceritakan pada Selasa (25/11/2025) sampai Minggu (30/11/2025) warga terkena banjir bandang karena hujan deras dan gelombang air pasang dari laut yang tinggi membuat kondisi saat itu menjadi lebih parah dari tahun sebelumnya.

Baca Juga : Satu Desa di Kabupaten Aceh Tamiang Hilang Diterjang Banjir Bandang

Mengenai apakah di Gampong Kuala IDI Cut baru kali ini terjadi abrasi? M Insya mengaku tidak. Karena ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun sehingga rentan terhadap abrasi yang mengakibatkan luas daratan berkurang secara hebat dan berdampak kepada kehidupan masyarakat yang bergantung pada hasil laut dan tambak.

Ia juga mengimbau warganya untuk tetap waspada karena abrasi pantai diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari.

“Diharapkan kepada warga yang masih tinggal di rumah, apabila abrasi semakin parah, silahkan hubungi pemerintah desa agar bisa dievakuasi,” harapnya.

Maka dari itu, M Insya berharap kepada pemerintah khususnya Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Timur untuk membangun penahan ombak tinggi di Gampong Kuala IDI Cut, agar abrasi tidak semakin meluas. Sampai saat ini, akunya, ada 15 rumah warga yang terdampak abrasi.

(Akb/nusantaraterkini.co)