Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Zakaria Rambe mengapresiasi keterbukaan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo tentang anggota Polri banyak yang under performance. Hal tersebut, kata Ketua Dewan Kehormatan Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumut ini sangat jarang seorang pemimpin mau terbuka tentang kinerja dari anggotanya.
Dan hal itu, kata pria yang akrab disapa Jack ini, dilakukan sama orang nomor dua di tubuh Polri. Di mana, Wakapolri tidak sungkan ataupun segan menyatakan bahwa banyak Kapolres, Direktorat Reserse dan Kapolsek di Indonesia yang under performance.
Maka dari itu, katanya, perlu adanya perbaikan dari pola rekrutmen di tubuh Polri. Mengingat pengakuan jujur Wakapolri ini sebenarnya fakta yang sesungguhnya. Perlu diketahui bahwa, hal ini tercipta karena pola perekrutan dan seleksi yang tidak berbasis kemampuan personel atau SDM dari orang-orang yang ditugaskan.
Baca Juga : Kinerja Kalah Cepat, Wakapolri Ungkap Masyarakat Lebih Mudah Lapor Damkar Ketimbang Kantor Polisi
Baca Juga : Wakapolri Akui Respons SPKT Lambat, Kinerja Banyak Kapolsek di Bawah Standar
“Kita taulah bagaimana populernya lagu "bayar-bayar". Stigma buruk yang muncul juga karena sistem dan lingkungan kerja yang sangat mengecewakan,” katanya.
Begitupun, kata Zakaria Rambe, pihaknya percaya bahwa institusi Polri bisa berbenah menjadi lebih baik lagi. Ia mengatakan hal tersebut, mengingat ada banyak permasalahan di tubuh Polri, namun lambat laun berangsur lebih baik. Kasus Sambo misalnya.
“Dari situ, Polri bisa berbenah dan mempelajari pokok permasalahan sehingga mencari solusi agar Polri tetap bisa melayani masyarakat serta memberikan rasa aman seperti slogan yang selalu mereka gemborkan,” ujarnya.
Zakaria Rambe juga berharap semoga Polri terus berbenah dengan mengedepankan kemampuan, skill dan keilmuan dari personel sebelum ditempatkan pada posisi strategis seperti Kapolres, Direktorat Reserse serta Kapolsek.
“Mengingat di tangan merekalah kenyamanan serta keamanan masyarakat dapat terwujud,” katanya.
Zakaria Rambe meyakini bahwa jajaran Polri masih banyak personel yang mempunyai kapasitas demi terciptanya Kamtibmas yang dibanggakan.
Baca Juga : Pakar Hukum Kritik Rencana Komisi III Bentuk Panja Reformasi Kejaksaan dan Pengadilan
Baca Juga : Operasi Zebra 2025 Resmi Dimulai, Ini Fokus Utamanya
Seperti diketahui, Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri), Komjen Dedi Prasetyo mengungkap sejumlah Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) hingga Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) belum memiliki kinerja optimal.
“Kami lihat dari 4.340 Kapolsek, 67 persen diantaranya under performance. Kenapa under performance? Hampir 50 persen Kapolsek kami itu, diisi oleh perwira lulusan Pendidikan Alih Golongan (PAG),” terang pria dengan bintang tiga dipundaknya ini saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan Polri, Kejagung, serta Mahkamah Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025) kemarin.
Kemudian, masih dikatakan Komjen Dedi Prasetyo, Kapolres di mana dari 440 Kapolres yang sudah dilakukan assessment, 36 Kapolres dinilai under performance. “Ini catatan kami, dari kami harus melakukan perbaikan,” katanya.
Begitu juga dirinya mendapatkan kondisi yang serupa ditemukan di jajaran reserse kriminal. “Dari 47 Direktur Reserse Kriminal (Direskrim), sebanyak 15 dinyatakan tidak memenuhi standar kinerja,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
