Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

114 Rumah Rusak Berat Akibat Pergerakan Tanah di Brebes

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sebanyak 114 unit rumah mengalami rusak berat akibat fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (17/4/2025). (Foto: dok BNPB)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Sebanyak 114 unit rumah mengalami rusak berat akibat fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (17/4/2025) sekitar pukul 02.00 WIB lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, selain itu, sebanyak 3 tempat ibadah juga mengalami kerusakan karena kejadian ini. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi ditambah kontur kemiringan lereng yang curam mencapai 60 derajat.

"Berdasarkan hasil kaji cepat, mahkota longsor terpantau berada di Dukuh Krajan RT 05 RW 03 dengan arah luncur mengarah ke barat laut, mengikuti aliran Kali Pedes. Bidang luncur tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga yang berada di jalur pergerakan tanah," ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: PVMBG Kaji Pergerakan tanah di Desa Parlondut Samosir

Di samping itu, pergerakan tanah juga berdampak kepada 508 jiwa yang mana sebanyak 455 jiwa mengungsi di beberapa lokasi dan 53 jiwa lainnya terdampak langsung namun masih bertahan di sekitar lokasi. Jika dirinci, pengungsian berada di lokasi yang meliputi; 291 jiwa di Pos Pengungsian Lapangan Futsal Gunung Poh, 112 jiwa mengungsi di rumah saudara, 1 jiwa di pondok dan 51 jiwa memilih keluar daerah

Secara rinci, dampak di tiap lokasi meliputi Dukuh Krajan: 28 rumah rusak berat, 1 TK Aisyiyah rusak berat, 84 jiwa mengungsi. Kemudian Dukuh Karanganyar: 3 rumah rusak berat, 14 jiwa mengungsi. Selanjutnya Dukuh Babakan 63 rumah rusak berat, 2 tempat ibadah rusak, 1 TPQ rusak dan 300 jiwa mengungsi.

Berikutnya Dukuh Cupang Bungur ada 22 rumah rusak berat, 1 tempat ibadah rusak dan 75 jiwa mengungsi. Adapun Dukuh Ares 15 rumah terancam dan 63 jiwa terdampak.

Baca Juga: Pergerakan Tanah di Cianjur, Warga Sebut Diawali Gemuruh hingga Rumah-rumah Ambruk

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes bersama unsur pemerintah desa, kecamatan, serta stakeholder terkait, jelas Muhari telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan apel rutin pagi dan sore.

"Pendataan dan pendistribusian bantuan logistik telah dilakukan oleh OPD dan relawan sejalan dengan perbaikan tenda, pemasangan pallet serta terpal untuk kenyamanan pengungsi termasuk pelaksanaan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak khususnya bagi anak-anak," jelasnya.

Muhari menambahkan, dengan kontur tanah yang masih labil dan potensi hujan tinggi di wilayah tersebut, fenomena pergerakan tanah susulan masih sangat mungkin terjadi. Karena itu BNPB mengimbau warga yang berada di wilayah rawan agar tetap waspada dan segera melapor apabila terdapat retakan tanah, suara gemuruh, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.

"Langkah mitigasi jangka panjang seperti penguatan vegetasi dan pembangunan drainase tahan air perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang," pungkasnya.

(Zie/Nusantaraterkini.co)