Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

26 TPS Gelar PSU di Pilgub Papua, Bawaslu Diminta Tingkatkan Pengawasan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indrajaya. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di 26 tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua. 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun didesak meningkatkan pengawasan untuk meminimalkan potensi konflik di akar rumput. 

Baca Juga : Sartono Hutomo Salurkan Bantuan Infrastruktur dan Dukung Penguatan UMKM

“Kami meminta kepada Bawaslu agar benar-benar memberikan perhatian kepada proses PSU di Pilgub Papua. Persaingan antara dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur berjalan ketat bahkan mereka saling klaim menang. Maka proses PSU ini bisa menentukan hasil akhir sehingga butuh pengawasan ketat,” ujar Anggota Anggota Komisi II DPR Indrajaya, Sabtu (7/12/2024). 

Baca Juga : DPR Soroti Permintaan Footage Gratis dari Kreator, Nilai Tak Etis dan Bebani Sineas

PSU di Pilgub Papua akan melibatkan 9.157 pemilih. TPS yang akan menggelar PSU tersebar di enam kabupaten dan kota di Provinsi Papua. 

Daerah yang melaksanakan PSU, yaitu lima TPS di Kabupaten Kepulauan Yapen, dua TPS di Kota Jayapura, 10 TPS di Kabupaten Jayapura, tujuh TPS di Kabupaten Mamberamo Raya, dan dua TPS lainnya tersebar di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori.

Baca Juga : Pakar Nilai Sanksi Blacklist Lebih Efektif Tekan Politik Uang

Dari 26 TPS, ada dua TPS yang sudah melaksanakan PSU, yaitu TPS Kampung Poom, Distrik Poom, Kabupaten Kepulauan Yapen dan TPS Mbrurwandi, Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori.

Baca Juga : Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kontrakan, Polisi Lakukan Olah TKP

Indrajaya mengatakan, Pilgub yang diikuti dua pasangan calon, Benhur Tomi Mano-Yermias Bisai dan Mathius Derek Fakhiri-Aryoko Rumaropen, berjalan sangat ketat.

Maka, politikus PKB ini meminta KPU bekerja secara profesional, sehingga PSU bisa dilaksanakan dengan lancar dan jurdil. Diharapkan tidak ada kecurangan dan ketegangan.

"Profesionalitas penyelenggara pemilu menjadi kunci suksesnya pilkada," terangnya.

Legislator asal Papua Selatan itu juga meminta Bawaslu untuk bekerja keras dalam melakukan pengawasan.

"Pengawasan dalam PSU harus ditingkatkan, sehingga tidak terjadi kecurangan," beber dia.

Indrajaya meminta kedua pasangan calon dan tim mereka untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan kondisi yang ada. Semua pihak harus ikut menjaga agar pilkada berjalan dengan kondusif.

"Masyarakat dan para pendukung paslon semakin dewasa. Kami yakin PSU bisa berjalan dengan lancar. Mari kita jaga bersama pilkada kali ini," tegasnya.

Untuk diketahui Pilgub Papua diikuti oleh dua pasangan calon yakni Benhur-Yeremias yang diusung PDIP dan Matius Fakhiri-Aryoko Rumarupen yang diusung koalisi 15 partai politik.

Kedua belah pihak telah mengklaim menang. Benhur-Yeremias klaim menang 51,73%, sedangkan Matius Fakhiri-Aryoko klaim menang 53%, sehingga hasil PSU diyakini bakal menentukan pemenang Pilgub Papua.

(cw1/Nusantaraterkini.co)