Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

78 Beasiswa Mahasiswa di Tapteng Dicabut, Diduga Tidak Tepat Sasaran: Ini Penjelasan Famoni Gulo

Editor :  hendra
Reporter :  Jasman
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Famoni Gulo dan Ketua Fraksi Partai PDIP. (Foto: Istimewa).

nusantaraterkini.co TAPTENG - Sebanyak 78 beasiswa mahasiswa di Tapanuli Tengah (Tapteng) di cabut Pemerintah Daerah. Diduga beasiswa ini tidak tepat sasaran.

Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Famoni Gulo mengatakan, beasiswa ini seharusnya diperuntukkan untuk mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu yang ada di Tapteng. Hal ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah.

"Saat itu kita dari DPRD meminta pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Tapteng, data penerima beasiswa. Setalah kita cek ratusan mahasiswa penerima beasiswa tersebut diduga tidak tepat sasaran dan mengarahkan bidang Kesra untuk mendata kembali sesuai dengan standar dan kelayakan menerima beasiswa," kata Famoni, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga : Sambut Hari Pendidikan, Amartha Siapkan Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa

Famoni yang juga Ketua Fraksi PDIP tersebut mengaku melihat adanya ketimpangan dan ketidakadilan dari pembagian beasiswa yang berasal dari anggaran APBD Pemkab Tapteng.

Seyogianya, penerima beasiswa adalah mahasiswa berprestasi dan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu yang merupakan target penerima, namun kenyataannya berbanding terbalik.

Sehingga melihat hal tersebut pihak DPRD Tapteng mendesak agar mendata ulang kembali daftar penerima beasiswa.

Baca Juga : Medan Selayang Kembali Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kota Medan

Dan hasil yang didapatkan, sesuai dengan kriteria di atas maka tersisa 26 mahasiswa yang layak mendapatkan beasiswa.

Sebelumnya sebanyak 78 mahasiswa asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, harus menerima kenyataan pahit.

Dikabarkan, beasiswa yang selama ini mereka terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng mendadak dicabut tanpa penjelasan yang jelas.

Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis

Pencabutan ini membuat puluhan mahasiswa kebingungan. Bukan hanya karena keputusan itu dilakukan secara tiba-tiba, tetapi juga karena tidak ada pemberitahuan resmi yang menyertai kebijakan tersebut.

Salah seorang mahasiswa terdampak, Ananda Sublistiyo mengaku mengetahui pencabutan beasiswa bukan dari pemerintah, melainkan dari teman sesama penerima bantuan. 

Menurutnya, informasi tersebut datang melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Tapteng.

Baca Juga : Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan

Saya tahu pencabutan ini dari teman. Dia dapat pesan WhatsApp dari Kesra. Tidak ada surat resmi, tidak ada pengumuman terbuka. Tiba-tiba nama kami tidak lagi terdaftar sebagai penerima,” katanya kepada nusantaraterkini.co, Minggu (27/7/2025).

Ananda mengungkapkan bahwa ia telah menerima beasiswa dari Pemkab Tapteng sejak tahun 2021. Bantuan tersebut digunakan untuk membayar uang kuliah dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari selama menempuh studi di Medan.

“Selama ini beasiswa itu sangat membantu. Padahal, syarat-syarat awal penerimaannya masih kami penuhi,” ujarnya.

Baca Juga : Oktavia Pasaribu Keluhkan Berkas Kematian Ibunya Tidak Ditemukan di Dinas Sosial

(Jjm/ Nusantaraterkini.co)