Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ada 4 TNI Hadir Saat Konferensi Pers Kematian Remaja, LBH Medan Diduga Bentuk Intimidasi

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur LBH Medan Irvan Saputra saat memberikan penjelasan terkait kematian remaja di Jalan Pelikan Ujung, Percut Sei Tuan. (Ari/NusantaraTerkini.co)

NusantaraTerkini.co, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menemukan berbagai kejanggalan atas kematian remaja berinisial MHS (15) yang diduga dianiaya oknum TNI di Jalan Pelikan Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan.


Direktur LBH Medan Irvan Saputra menyampaikan ada 4 orang mengaku anggota TNI yang hadir saat konferensi pers kasus kematian remaja tersebut di kantor LBH Medan, Jumat (21/6/2024).


"Ada empat orang yang mengaku anggota TNI dari Kodam datang ke konferensi pers di LBH Medan, yang notabene mereka bukan wartawan," ujarnya, Sabtu (22/6/2024).

Baca Juga : AJI Lhokseumawe Kecam Oknum TNI yang Rampas dan Rusak Ponsel Jurnalis di Aceh Utara


Irvan mengatakan kalau ada 4 anggota TNI yang hadir saat konpres, tentu bukan menjadi tupoksinya sebagai TNI. LBH Medan menduga datang 4 TNI tersebut ingin mengetahui materi konpres dan sebagai bentuk kekhawatiran TNI atas permasalah ini.


"4 TNI yang hadir sangat membuat ibu korban takut dan LBH Medan menduga kehadiran mereka sebagai bentuk intimidasi kepada korban," ujarnya.


Oleh karenanya, lanjut Irvan menyampaikan kematuan MHS diduga telah bertentangan dengan UUD 1945, UU 39 Tahun 1999 tentang HAM, ICCPR, DUHAM dan KUHPidana Militer. 

Baca Juga : TNI Tanggapi Video Viral Warga Langkat yang Mengaku Diperas Oknum Saat Kirim Bantuan Banjir


Maka dengan banyaknya kejanggalan tersebut mengindikasikan kuat dugaan matinya MHS bukan karena jatuh. "Melainkan diduga dianiaya hingga menyebabkan kematian MHS," tukasnya.


Kapendam I/BB Kolonel Inf Rico Siagian ketika dikonfirmasi belum mau memberikan penjelasan terkait kejadian ini.


Diketahui, seorang remaja berinisial MHS (15) tewas saat pembubaran tawuran oleh aparat di Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (24/5/2024) silam. 

Baca Juga : Sentil Alumni LPDP Lupa Pulang', Cucun Restui TNI Turun Tangan Tanamkan Nasionalisme


Kematian korban janggal, karena ada saksi yang melihat korban dianiaya oleh oknum TNI saat pembubaran tawuran, tapi ada juga isu yang menyebutkan kalau korban jatuh dari jembatan rel. 


Meski demikian, keluarga korban telah membuat laporan ke pihak Denpom I/5 atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum. Tapi, kasusnya belum ada titik terang. 


(Cw5/NusantaraTerkini.co)

Baca Juga : Kawal Aspirasi May Day 2026, Polda Sumsel Terjunkan 3.432 Personel Gabungan untuk Pengamanan