Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aliran Sungai Aek Godang Kecamatan Tukka Dipenuhi Potongan Kayu Pasca Banjir di Tapteng

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Aliran air Sungai Aek Godang, Kecamatan Tukka, tampak telah ditutup oleh banyaknya potongan kayu yang terbawa pasca banjir dan tanah longsor di Tapteng, Minggu (7/12/2025). (Foto : Jasman Julius Mendrofa/ Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co,TAPTENG- Sepanjang aliran Sungai Aek Godang hingga Jembatan Sigotom, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (7/12/2025)   dipenuhi oleh banyaknya potongan kayu yang terbawa pasca banjir 25 November 2025.

Potongan kayu dengan berbagai ukuran, besar dan kecil serta bekas potongan pengolahan maupun yang tergerus derasnya aliran air hingga terbawa saat banjir, tampak menutupi aliran sungai Aek Godang.

Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Menyambangi Tapanuli Tengah, Beri Jaminan Penanganan Darurat Bencana ​ 

Kayu yang terbawa oleh aliran air saat banjir melanda, sebagian besar menjadi penyebab banyaknya korban jiwa maupun rumah warga yang rusak dihantam serta terdorong oleh potongan -potongan kayu.

Kecamatan Tukka, merupakan wilayah yang paling parah terdampak banjir dan tanah longsor di Tapteng. Beberapa Desa di wilayah ini kini terisolir, sebab pemukiman penduduk berada diatas pegunungan yang mana banyak akses jalan tertimbun longsor dan sampai saat ini belum ada perbaikan.

Puluhan korban jiwa dari wilayah ini, menandakan bagaimana dahsyatnya banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Tukka seperti, Kelurahan Tukka, Hutanabolon, Sigiring-giring dan Sait Kalangan II.

Seorang warga, Laia (26) merupakan penduduk Dusun Simamak dan saat ini berada di pengungsian rumah keluarga, mengungkapkan, derasnya air dan tanah longsor melanda pemukiman mereka.

Baca Juga : Kondisi Terkini Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah 

"Banyak potongan kayu hanyut, tanah longsor hingga menimpa rumah warga dan jalan, serta saat ini ada dua batu besar yang berada di pinggir jalan Hutanabolon, menjadi bukti derasnya aliran air dari atas pegunungan menghantam wilayah Tukka dan sekitarnya," ucapnya, Sabtu (6/12/2025).

Ia juga menceritakan banyak warga Kecamatan Tukka saat ini berada di pengungsian, serta sebagian mencari rumah-rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Pandan yang tidak begitu parah terdampak bencana.

Hingga hari ke-12 pasca banjir dan tanah longsor, kayu yang menutupi aliran sungai Aek Godang hingga Jembatan Sigotom belum dikerjakan sama sekali oleh Pemerintah Kabupaten Tapteng.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan Empat Warga, BPBD: Sejumlah Wilayah di Sumut Masuki Masa Siaga 

Akibat tertutupnya sungai tersebut dengan potongan kayu, aliran air kini berpindah ke pemukiman warga yang berada sepanjang aliran sungai Aek Godang.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)