Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Seorang warga melakukan aksi demo tunggal di depan Kantor Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menuntut agar Pemkab membayarkan gaji pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah 5 bulan tidak dicairkan, Senin (11/05/2026).
Ribu Simatupang mendatangi kantor Bupati Tapteng dengan memakai baju daster, membawa air dan sabun. Ia melakukan aksi mandi memakai sabun sebagai bentuk tuntutan agar gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Tapteng dibayarkan.
"Anak saya kerja di PDAM Mual Nauli dan semua pegawai di sana sudah 5 bulan tidak dibayarkan gajinya," ucapnya.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Ia miris melihat pegawai PDAM yang memiliki keluarga tidak mendapatkan haknya hingga hari ini.
"Mereka manusia dan memiliki kebutuhan untuk isteri dan anak-anaknya, di mana jiwa kemanusiaan Bupati Tapteng sebagai Kepala Daerah menyikapi hal ini," jelasnya.
Ribu Simatupang yang anaknya kerja sebagai Pegawai PDAM Mual Nauli melalui masuk melalui test, siap diberhentikan karena aksi yang ia lakukan di depan Kantor Bupati Tapteng.
Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah
"Bila diberhentikan karena aksi saya sebagai orang tua, yang berjuang membela hak anak saya itu tidak masalah. Yang penting gajinya dibayarkan, saya tidak mau tahu," ungkapnya.
Aksi tunggal yang dilakukan seorang warga di Tapteng ini, buntut dari kekesalan buruknya pola pengelolaan pemerintah semenjak Masinton Pasaribu dan Mahmud Effendi Lubis menjadi kepala daerah. Termasuk dalam penanganan bencana dan pendataan yang amburadul pascabencana.
Ribu Simatupang yang selalu mengkritik pemerintahan Masinton mengatakan tidak akan diam dengan keadaan ini dan akan selalu turun kelapangan untuk ungkap kebenaran dan fakta yang benar-benar terjadi Tapteng. Khusus kinerja PDAM Mual Nauli yang hingga kini belum membayarkan gaji pegawainya.
Baca Juga : Momen Langka! Ketua DPRD dan Bupati Tapteng Duduk Berdampingan di Acara Paskah GAMKI
(Jjm/Nusantaraterkini.co)
