Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Anak Penggal Kepala Bapak Kandung, Diduga Gegara Depresi Tak Dibelikan Motor

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anak Penggal Kepala Bapak Kandung, Diduga Gegara Depresi Tak Dibelikan Motor. Ilustrasi (Foto: Freepik)

nusantaraterkini.co, JEMBER - Seorang anak berusia 18 tahun berinisial A tega penggal kepala bapak kandungnya hingga terpisah dari badan. Pelaku juga serang dua warga lainnya. Satu diantaranya alami luka bacok.

Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (27/1/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Sebelum peristiwa yang menimpa korban bernama Haji Jen terjadi, warga dan keluarga sering melihat pelaku uring-uringan, mudah marah, dan acap kali melontarkan kata-kata kasar. 

Baca Juga : Seorang Pelajar Perempuan Diperkosa Tiga Pria Hingga Hamil: 2 Pelaku Pria Paruh Baya

Menurut kabar yang beredar, A depresi karena permintaan sepeda motornya tak kunjung dipenuhi keluarga. Diduga akibat permintaan tak dipenuhi, A nekat memenggal kepala bapak kandungnya.

Dari informasi dilapangan, Senin dini hari, A dan Haji Jen terlibat pertengkaran. Keluarga yang khawatir mencoba mencari pertolongan, bahkan sempat memanggil orang pintar (dukun), sebab mereka mengira A kesurupan.

Namun, saat tiba di lokasi, mereka melihat jasad korban sudah terbujur kaku dengan kondisi tanpa kepala.

Baca Juga : Gerebek Sarang Narkoba, Tim Gabungan Tak Berhasil Amankan Pelaku

Tak jauh dari lokasi, keluarga melihat A berdiri bersimbah darah dengan luka di leher. Diduga, usai menghabisi bapaknya, pelaku berusaha mengakhiri hidup dengan cara menggorok lehernya sendiri.

Ahmad, salah seorang warga mengatakan, keluarga sebenarnya sudah menyadari perubahan perilaku A. Bahkan, mereka sempat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, berharap bisa menemukan solusi atas perubahan prilaku A.

Setelah menghabisi nyawa bapaknya, pelaku berlari menuju rumah tetangganya bernama Pur. Dengan tubuh penuh darah dan sebilah golok di tangan, ia menggedor pintu rumah sambil berteriak, “Ada maling!”. Pur yang terbangun segera membuka pintu, tetapi kaget saat melihat A menyerangnya dengan golok. Beruntung, Pur berhasil menutup pintu tepat waktu, meski golok korban terus menghantam pintu hingga nyaris hancur.

Baca Juga : Tak Terima Ditegur Merokok, 7 Orang Keroyok Petugas SPBU di Surabaya

Kasim, tetangga yang lain, mendengar keributan langsung keluar untuk membantu. Ia melihat A dengan kondisi mengenaskan dan mencoba mendekat untuk menenangkan. Tanpa diduga, A menyerang Kasim dengan goloknya.

Beberapa luka bacok mengenai tangan dan tubuh Kasim, hingga membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, Kasim dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah mengamuk, A mencoba mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri. Ketika polisi tiba di lokasi, A sempat berteriak meminta agar dirinya ditembak. “Saya ingin mati bersama Abah,” katanya lantang.

Polisi yang tiba langsung mengamankan lokasi dan membawa A ke RSD Balung untuk mendapatkan perawatan medis. Tim Inafis Polres Jember juga dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti. Namun hingga kini, kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait tragedi berdarah itu.

Motif pembunuhan ini juga masih menjadi teka-teki. Polisi masih menyelidiki lebih jauh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Sumber : Mediainfopol.com