Nusantaraterkini.co, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan sentimen eksternal.
Salah satu faktor utama adalah kebijakan tarif global terhadap China sebesar 104% yang mulai berlaku pada 9 April 2025.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap langkah balasan tarif yang sebelumnya diterapkan oleh China terhadap Amerika Serikat.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan
Direktur PT Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menilai sentimen negatif ini membuat pasar sulit untuk kembali menguat secara konsisten.
"IHSG diperkirakan akan cenderung tertekan mengingat tarif ini bersifat global," ujarnya
Ia menyarankan investor untuk tidak terburu-buru melakukan akumulasi saham, terutama di sektor yang sensitif terhadap ekspor dan suku bunga.
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun
Menurutnya, strategi wait and see merupakan langkah paling aman hingga tekanan jual mereda.
"Wait and see dulu saja sampai tekanan jual di IHSG mereda," tambahnya.
Pada perdagangan Rabu (9/4/2025), IHSG dibuka di level 5.979,47 dan ditutup di level 5.967,99.
IHSG mengalami koreksi sebesar 0,47% atau turun 28 poin dibandingkan hari sebelumnya. Dalam lima hari terakhir, IHSG telah terkoreksi 3,78%.
(wiwin/Nusantaraterkini.co)
