Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: IHSG Hari Ini Bisa Rebound ke Level 7.100-7.150

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah usai libur panjang. IHSG ditutup turun 92,57 poin atau 1,29% ke 7.073,47 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Berdasarkan perdagangan Kamis (30/1/3025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah usai libur panjang. IHSG ditutup turun 92,57 poin atau 1,29% ke 7.073,47 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ada sebanyak 206 saham naik, 389 saham turun dan 213 saham stagnan pada perdagangan hari ini. 

Dengan total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 18,03 miliar saham dengan total nilai Rp 11,48 triliun.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus melihat, kinerja IHSG yang cenderung tertekan di hari ini disebabkan karena The Fed yang menahan suku bunga semalam. 

“Selain itu, pergerakan IHSG hari ini juga akibat penyesuaian pelemahan yang terjadi di bursa global selama libur panjang di Indonesia kemarin,” ujarnya

Daniel memproyeksikan IHSG bisa rebound ke level 7.100-7.150 pada perdagangan hari ini, Jumat (31/1). 

Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun

"Sentimen positif salah satunya akan datang dari rebalancing indeks LQ45, IDX30, dan lainnya yang akan mulai dilaksanakan hari ini," paparnya.

Untuk hari ini, Daniel menyarankan investor memperhatikan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga Rp 2.800 per saham.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pelemahan IHSG hari ini terjadi di tengah The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,5%. Selain itu, pernyataan The Fed juga cenderung hawkish ke depannya.

Di sisi lain, pelemahan IHSG hari ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang masih terkoreksi.

"Lalu, beberapa emiten dengan market cap cukup besar juga terkoreksi pada perdagangan hari ini," ujarnya kepada Kontan.

Untuk hari ini, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support di 6.967 dan resistance 7.190.

"Diperkirakan tekanan jual masih cenderung mendominasi di tengah rilis GDP dan PCE AS," tuturnya.

Herditya bilang, investor dapat mencermati pergerakan saham BRPT dengan target harga Rp 975 - Rp 1.000 per saham, ADRO Rp 2.370 - Rp 2.440 per saham, dan BUMI Rp 123 - Rp 130 per saham.