Nusantaraterkini.co, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, Provinsi Banten terus berkembang sebagai daerah strategis berbatasan langsung dengan Jakarta dan siap sejajar dengan provinsi-provinsi maju lainnya di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejarah berdirinya Banten hingga perkembangan pembangunan dan ekonomi daerah.
Baca Juga : Gerindra Usung Andra Soni Sebagai Cagub Banten dan Marshel Calon Wakil Walikota Tangsel
Menurut Andra, sejak resmi menjadi provinsi baru pada 4 Oktober 2000, Banten mengalami pertumbuhan yang pesat. Posisi geografis yang berdekatan dengan Jakarta dinilai menjadi salah satu faktor utama berkembangnya wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten dengan anugerah dari Allah SWT berbatasan langsung dengan Jakarta, sehingga pertumbuhan Banten berkembang sangat besar,” kata Andra Soni,
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap siapa saja yang datang, baik untuk berwisata maupun berinvestasi.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
“Kami sangat terbuka dengan siapa saja yang datang ke Banten. Baik hanya sekadar berwisata maupun berinvestasi di Provinsi Banten,” ujarnya.
Andra juga menjelaskan Gedung Negara yang saat ini digunakan memiliki nilai historis karena menjadi pusat pemerintahan pertama saat Banten baru berdiri sebagai provinsi.
Baca Juga : Wagub Dimiyati ajak Media Promosikan Potensi Wisata hingga Investasi Daerah Banten
Ia menyebut gubernur-gubernur awal Banten pernah berkantor di gedung tersebut sebelum pusat pemerintahan dipindahkan ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kecamatan Curug, Kota Serang.
Menurutnya, saat ini Banten menjadi salah satu provinsi di Pulau Jawa yang memiliki kawasan pusat pemerintahan terpadu dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berada dalam satu lokasi.
Baca Juga : Anggota DPR Soroti Penagihan Pajak Door to Door di Banten, Minta Dilakukan Humanis
“Semua OPD kami berada dalam satu kawasan sekitar lebih dari 60 hektare,” katanya.
Andra memaparkan jumlah penduduk Banten saat ini mendekati 13 juta jiwa yang tersebar di empat kota dan empat kabupaten.
Ia juga menyoroti potensi besar wilayah Kabupaten
Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang masih mendominasi luas wilayah Banten.
Selain itu, Banten disebut memiliki garis pantai hampir 1.000 kilometer yang membentang di pesisir utara dan selatan Pulau Jawa.
“Pantainya indah dan bagus. Kendala kami memang infrastruktur yang belum setara dengan daerah perkotaan,” ucapnya.
Karena itu, Andra berharap media dapat membantu memperkenalkan potensi Banten kepada pemerintah pusat maupun masyarakat luas.
Ia juga mengungkapkan tingkat kemandirian fiskal Banten telah mencapai sekitar 70 persen. Pendapatan asli daerah (PAD), kata dia, masih didominasi dari pajak kendaraan bermotor karena tingginya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.
Di sektor pendidikan, Andra menyebut Banten menjadi salah satu provinsi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 1,8 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di wilayah Banten.
Dalam bidang ekonomi, Andra mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Banten akan terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Banten tercatat tumbuh sebesar 5,64 persen.
“Kami yakin potensi Banten masih luar biasa. Kami masih memiliki banyak wilayah pertanian dan posisi strategis sebagai penyangga kebutuhan aglomerasi Jakarta,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
