Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Rumah Sakit Bhayangkara Palembang melaporkan kondisi dua korban selamat kecelakaan bus ALS dan truk tangki, Ngadiono dan Jumiatun yang kini dalam status stabil setelah menjalani operasi pembersihan jaringan rusak, Senin (11/5/2026).
Meski menunjukkan progres membaik, tim medis masih memantau intensif kondisi Jumiatun yang terancam menjalani operasi amputasi pada delapan jari tangannya akibat kerusakan jaringan saraf dan pembuluh darah yang cukup parah.
“Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar. Juga di situ kita membersihkan kotoran-kotoran yang masih tersisa atau menempel di bagian-bagian tubuhnya,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang saat diwawancarai di Gedung Mapolda Sumsel, Senin (11/5/2026).
Baca Juga : Berkas Lengkap, Keluarga Korban Bus ALS Harap Jenazah dapat Segera Dipulangkan ke Medan
Dokter menjelaskan jika Ngadiono mengalami perbaikan signifikan dengan luas luka bakar yang berkurang menjadi 30 persen dan direncanakan pindah ke ruang rawat bedah biasa.
Sementara itu, kondisi Jumiatun dinilai lebih berat karena mengalami trauma inhalasi yang mengharuskannya tetap menggunakan alat bantu napas di ruang ICU, serta adanya kerusakan tulang dan tendon pada jari-jari tangan kanan dan kiri.
“Dari gambaran, ini kiri-kanan ya. Jadi kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak,” jelasnya.
Baca Juga : Lompat dari Jendela, Korban Selamat Laka Muratara Sebut Bus ALS Tak Layak Jalan
Terkait proses identifikasi 17 kantong jenazah korban meninggal, pihak rumah sakit menegaskan bahwa hasil resmi baru bisa diumumkan setelah hasil uji DNA keluar, yang diperkirakan rampung pada hari Rabu mendatang.
Tim medis telah mengirimkan seluruh sampel post mortem dan mencocokkannya dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga inti para korban, termasuk yang berada di luar provinsi.
“Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikan statement ya, karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Baca Juga : Pemprov Sumsel Tanggung Biaya Pemulangan Korban Bus ALS beserta Keluarga
(Tia/nusantaraterkini.co)
