Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Atasi Krisis Timur Tengah, Australia Lepas 762 Juta Liter Cadangan BBM

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 28 Januari 2026 ini menunjukkan sebuah SPBU di Canberra, Australia. (Foto: Xinhua/Zhang Na)

Nusantaraterkini.co, CANBERRA - Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen pada Jumat (13/3/2026) mengumumkan bahwa pemerintah federal akan melepaskan hingga 762 juta liter bensin dan solar dari cadangan domestiknya di tengah konflik di Timur Tengah.

Menurut Bowen, pelepasan hingga 20 persen dari Kewajiban Kepemilikan Stok Minimum (Minimum Stockholding Obligation/MSOB) dasar untuk bensin dan solar ini akan membantu mengatasi gangguan rantai pasokan bahan bakar.

Baca Juga : Studi Australia Ungkap Kanguru Tempuh Jalur Evolusi Tak Lazim untuk jadi Hewan Pemakan Rumput

Dia mengatakan, pemerintah akan mengurangi kewajiban kepemilikan stok nasional minimum untuk solar dari 2,7 miliar liter menjadi 2,2 miliar liter dan untuk bensin dari 1 miliar liter menjadi 700 juta liter.

Baca Juga : Revolusi Deteksi Dini: Peneliti Australia Temukan Tes Darah 4 Protein untuk Identifikasi Kanker

Langkah tersebut akan menjadi respons Australia terhadap permintaan dari Badan Energi Internasional untuk melepaskan cadangan bahan bakar.

"Hal ini akan memungkinkan perusahaan bahan bakar untuk mengelola rantai pasokan mereka dengan lebih fleksibel. Cadangan bahan bakar ini tidak akan langsung dilepaskan," katanya.

Baca Juga : Pertamina Butuh Effort dari Dinas Terkait Agar Penyaluran BBM Lancar

Bowen mengatakan pasokan bahan bakar Australia masih aman dan kapal-kapal masih terus berdatangan ke negara itu terlepas dari konflik di Timur Tengah. Namun, ancaman kelangkaan pasokan bisa saja muncul di masa depan jika konflik berlanjut.

Baca Juga : Pemerintah Diingatkan tak Ambil Langkah Impor Etanol di Tengah Penerapan Kebijakan E10

Meskipun kewajiban stok minimum berada dalam kondisi wajar, Bowen mengatakan rantai pasokan kesulitan mengatasi lonjakan tinggi permintaan, terutama di wilayah pedesaan Australia.

"Tidak perlu panic buying. Apakah situasinya serius secara internasional? Ya, memang serius. Apakah pasokan bahan bakar Australia saat ini aman? Ya," ujarnya.

Baca Juga : Bahlil Soroti Perkembangan BBM Global, Tegaskan Pentingnya Antisipasi Dalam Negeri

Hal itu terjadi setelah Bowen pada Kamis mengumumkan bahwa pemerintah akan mengubah sementara standar kualitas bahan bakar untuk memungkinkan kadar sulfur yang lebih tinggi selama 60 hari.

Baca Juga : DPR Desak Perbaikan Transportasi Umum Usai Kenaikan BBM Non-Subsidi

Dia menyebut langkah ini akan memungkinkan adanya pasokan bensin baru sekitar 100 juta liter per bulan.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua