Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Hujan deras yang terus mengguyur sejak Jumat (21/11/2025) menyebabkan Kabupaten Tapanuli Tengah dilanda banjir besar dan longsor di berbagai titik.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, arus lalu lintas terhenti total, aliran listrik padam, rumah-rumah warga mengalami kerusakan, serta muncul korban luka dan meninggal dunia.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan Empat Warga, BPBD: Sejumlah Wilayah di Sumut Masuki Masa Siaga
Kondisi darurat ini menuntut gerak cepat dari seluruh unsur penanggulangan bencana untuk melindungi masyarakat.
Kasat Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan pihaknya yang melihat situasi ini memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran agar selalu sigap, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan masyarakat serta keselamatan personel di lapangan.
Baca Juga : Padangsidimpuan Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Warga Tinggal Dibibir Sungai Diminta Waspada
"Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pasukan Brimob dalam menghadapi cuaca ekstrem dan medan yang semakin sulit," katanya.
Terkait penanganan tersebut, Satuan Brimob Polda Sumut mengerahkan dua unit SAR dari Batalyon C Tapanuli Selatan menuju wilayah Tapanuli Tengah.
Satu tim diarahkan melalui rute Sibolga, sementara satu tim lainnya melalui jalur Sipirok untuk menjangkau titik-titik terdampak banjir dan longsor yang tersebar di beberapa kecamatan.
"Di lapangan, tantangan semakin berat. Unit SAR Batalyon C yang bergerak melalui jalur Sipirok terhalang longsor sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tapanuli Tengah," katanya.
Sementara itu, sambungnya, jalur menuju Sibolga juga dilaporkan tertutup longsor di beberapa titik.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Titik Wilayah di Tapteng, Rumah Rusak dan Akses Jalan Putus
"Cuaca ekstrem dan gangguan jaringan komunikasi membuat koordinasi dengan pasukan yang sudah bergerak menjadi terkendala dan belum dapat tersambung kembali. Meski menghadapi hambatan besar, Satuan Brimob Polda Sumut terus melakukan koordinasi intens dengan BPBD, Basarnas, serta satuan wilayah terdekat untuk mempercepat proses penanganan darurat," ungkapnya.
"Fokus utama meliputi pembukaan akses jalan yang terputus, evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi-lokasi yang masih terisolasi," sambungnya.
(akb/Nusantaraterkini.co)
