Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bareskrim Bongkar Sindikat Timah Ilegal Babel–Malaysia, 11 Orang Ditahan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi penyelundupan timah. (Foto: istimewa).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Upaya penyelundupan timah ilegal dari Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ke Malaysia berhasil digagalkan aparat Bareskrim Polri. Dalam pengembangan kasus tersebut, sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil koordinasi dengan jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, praktik ilegal ini mencakup aktivitas penambangan tanpa izin hingga pengangkutan timah yang rencananya akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur perairan.

Baca Juga : Habib Aboe: Judi Online Penyebab Munculnya Berbagai Penyakit Sosial

“Sebanyak 11 tersangka telah diamankan dan kini menjalani penahanan di rutan Bareskrim Polri,” ujar Irhamni dalam keterangan yang diunggah melalui akun resmi Humas Polda Babel, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti komitmen aparat dalam memberantas kejahatan sumber daya alam, mulai dari hulu hingga hilir. Penindakan tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga jaringan distribusinya.

Irhamni turut mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia, khususnya timah dari Bangka Belitung, harus dikelola untuk kepentingan masyarakat, bukan justru diselundupkan ke luar negeri demi keuntungan pribadi.

Baca Juga : 321 WNA Jaringan Judi Online Internasional Digelandang ke Imigrasi, Polisi Kejar Otak Judol di Jakbar

Pihaknya masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Aparat juga mengimbau agar para tersangka yang belum tertangkap segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas.

Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap praktik pertambangan dan perdagangan ilegal yang merugikan negara serta masyarakat daerah penghasil.

(Dra/nusantaraterkini.co).