Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Samosir dikenal dengan tanah leluhur di mana orang batak dulu pertama turun dari Pusuk Buhit hingga bermukim di Samosir dan menyebar ke penjuru dunia. Banyak peninggalan dan jejak dari pendahulu salah satunya Batu Hobon yang menyimpan barang pusaka.
Batu Hobon berlokasi di Desa Limbong, Kecamatan Sarimarihit, Kabupaten Samosir.
Batu Hobon dalam bahasa batak toba mempunyai arti "Peti" berfungsi sebagai tempat menyimpan harta pusaka. Batu tersebut tergolong batu besar yang memiliki diameter kurang lebih satu meter dengan bagian bawah berbentuk rongga, gua.
Baca Juga : Batu Hobon Tempat Sakral di Samosir, Tempat Penyimpanan Barang Pusaka
Para tetuah adat Batak mengisahkan bahwa Batu Hobon terjadi dalam suatu kisah ajaib oleh Tuan Saribu Raja.Tuan Saribu Raja adalah anak kedua dari Guru Tatea Bulan setelah Raja Biak-Biak (Raja Uti), adiknya Limbong Maulana, Sagala Raja, Silau Raja.
Sebelum meninggalkan daerah kawasan Sianjur Mula-Mula, Tuan Saribu Raja menyimpan seluruh harta bendanya (Pusaka) ke dalam sebuah lubang.
Kemudian beliau berdoa sambil menjatuhkan Batu Besar untuk penutup lubang tempat penyimpanan harta pusaka dan terjadilah Batu Hobon terdiri dari tujuh lapis.
Adapun harta pusaka yang ada di Batu Hobon berupa:
1. Ogung dan Gondang Saparanguan(seperangkat Gendang Batak dan Ogung Emas tempaanya yang berubah wujud dari Ogung Tembaga)
2. Hujur Sumba Baho (Tombak Bertuah)
3. Piso Solam Debata (Pedang Bertuah)
4. Pagar Pompang Bala Saribu Tontang Bala Seratus(Ramuan Penyangkal Penyakit
5. Tintin Sipajadi-jadi sipabosur naung male obat nimauas(cincin ajaib yang lapar jadi kenyang dan haus jadi lega)
6. Punga Haomasan(Batu Gosok Emas)
7. Galapang atau gembok
8. Tawar sipagabang-gabang, sipagubung-gubung, sipangolu namate siparata naung busuk (Obat yang mampu menghidupkan orang yang sudah mati serta menyegarkan kembali yang sudah yang busuk)
Peti batu yang berisi penyimpanan barang pusaka inilah disebut sebagai Batu Hobon kerap kali pengunjung datang untuk singgah, ziarah, berdoa dan melakukan ritual adat di tempat ini.
Batu Hobon sampai saat ini masih dianggap mistis dan sakral oleh masyarakat setempat, ketika berkunjung diimbau para tamu yang datang untuk menjaga sikap dan lisan.
Salah satu pengunjung dari sipirok bernama Tina Tinambunan mengatakan bahwa ia datang untuk ziarah sekaligus melihat Tempat sakral Opung Saribu Raja.
"Kami datang berziarah dari sipirok untuk melihat Batu Hobon karena suami saya juga marga Pasaribu, jadi kami mau melihat lah Batu Hobon yang sakral yang sering disebut Peti Mati. Peti Mati tersebut berisi
pusaka milik Saribu Raja yang tersimpan di bawah batu besar," ucapnya, Rabu (23/10/2024).
Tinambunan menilai sayang sekali barang pusaka ditanam di peti mati.
"Sangat disayangkan kenapa mesti harta pusaka opung kami disimpan di peti mati, alangkah lebih baik kan diberikan anak-anaknya dan cucunya jadi hartanyanya tidak tertanam di bawah batu besar," ungkapnya.
Namun, bila pun barang pusaka tetap berada di bawah Batu besar, kata Tinambunan, mungkin itu cara untuk menjaga dan melestarikanya agar tetap aman dan semua orang bisa tau tentang Batu Hobon.
"Saya sangat senang objek peninggalan lelur masih dijaga dan dirawat sampai saat ini. Semoga paran pengunjung terus tetap datang dan semoga Batu Hobon terjaga dengan baik," tutupnya.
(cw8/nusantaraterkini.co)
