Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Batu Hobon Tempat Sakral di Samosir, Tempat Penyimpanan Barang Pusaka 

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  JBS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
JAS/Nusantaraterkini.co

Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Samosir dikenal dengan tanah leluhur dimana orang batak dulu pertama turun dari Pusuk Buhit hingga bermungkin di samosir dan menyebar ke penjuru dunia.

Banyak peninggalan dan jejak dari pendahulu salah satu nya Batu Hobon yang menyimpan barang pusaka, berlokasi di desa limbong, Kecamatan Sarimarihit, Kabupaten Samosir (23/10/2024).

Batu Hobon dalam bahasa batak toba mempunyai arti "Peti" berfungsi sebagai tempat menyimpan harta pusaka. Batu tersebut tergolong batu besar memiliki diameter kurang lebih satu meter dengan bagian bawah berbentuk rongga berbentuk gua.

Baca Juga : Batu Hobon Tempat Sakral di Samosir, Menyimpan Barang-barang Pusaka

Para tetuah adat Batak mengisahkan bahwa Batu Hobon terjadi dalam suatu kisah ajaib oleh Tuan Saribu Raja.

Tuan Saribu Raja adalah anak kedua dari Guru Tatea Bulan setelah Raja Biak-Biak(Raja Uti), adinya Limbong Maulana, Sagala Raja, Silau Raja.

Sebelum meninggalkan daerah kawasan sianjur mula-mula, Tuan Saribu Raja menyimpan seluruh harta bendanya (Pusaka) ke dalam sebuah lubang.

Baca Juga : Sebanyak 360 Ribu Wisatawan Padati Destinasi di Sumut Saat Lebaran

Kemudian beliau berdoa sambil menjatuhkan Batu Besar untuk penutupi lubang tempat penyimpanan harta pusaka dan terjadilah Batu Hobon terdiri dari tujuh lapis.

Adapun harta pusakan yang ada di Batu Hobon berupa:

1.Ogung dan Gondang Saparanguan(seperangkat Gendang Batak dan Ogung Emas tempaanya yang berubah wujud dari Ogung Tembaga) 
2. Hujur Sumba Baho (Tombak Bertuah)
3.Piso Solam Debata (Pedang Bertuah)
4.Pagar Pompang Bala Saribu  Tontang Bala Seratus(Ramuan Penyangkal Penyakit
5.Tintin Sipajadi-jadi sipabosur naung male obat nimauas(cincin ajaib yang lapar jadi kenyang  dan haus jadi lega)
6.Punga Haomasan(Batu Gosok Emas)
7.Galapang atau gembok
8.Tawar sipagabang-gabang, sipagubung-gubung, sipangolu namate siparata naung busuk (Obat yang mampu menghidupkan orang yang sudah mati serta menyegarkan kembali yang sudah yang busuk)

Baca Juga : Kejati Sumut Tahan GM PT Yodya Karya Terkait Korupsi KSPN Danau Toba Senilai Rp13 Miliar

Peti batu yang berisi penyimpanan barang pusaka ini lah disebut sebagai Batu Hobon kerap kali pengunjung datang untuk singgah, ziarah, berdoa dan melakukan ritual adat ditempat ini.

Batu Hobon sampai saat ini masih dianggap mistis dan sakral oleh masyarakat setempat, ketika berkunjung di himbau para tamu yang datang untuk menjaga sikap dan lisan.

Salah satu pengunjung dari sipirok bernama Tina Tinambunan mengatakan bahwa ia datang untuk ziarah sekaligus melihat Tempat sakral Opung Saribu Raja yang di mana suaminya juga bemarga Pasaribu.

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

"Kami datang berziarah dari sipirok  untuk melihat Batu Hobon karna suami saya juga marga pasaribu, jadi kami mau melihat lah Batu Hobon yang sakral yang sering di sebut Peti Mati. Peti Mati tersebut berisi Pusaka milik Saribu Raja yang tersimpan di bawah batu besar," ucapnya.

Tinambunan menambahkan bahwa sayang sekali barang pusaka ditanam di peti mati.

"Sangat disayangkan kenapa mesti harta pusaka opung kami di simpan di peti mati, alangkah lebih baik kan di berikan anak-anaknya dan cucunya jadi hartanya nya tidak tertanam di bawah batu besar" ungkapnya.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Ia juga menambahkan bahwa meskipun barang pusaka di bawah Batu besar tidak papa mungkin itu cara untuk menjaganya dan melestarikanya agar tetap aman dan semua orang bisa tau tentang Batu Hobon.

"Ya tidak papa lah meskipun harta Pusaka di simpan di bawah Batu Besar atau disebut Batu Hobon namanya peninggalan leluhur harus tetap terjaga, aman,lestari dan di kenal semua orang batak. Saya sangat senang akan objek peninggalan lelur masih di jaga dan di rawat sampai saat ini, semoga paran pengunjung terus tetap datang dan semoga Batu Hobon  terjaga dengan baik " tutupnya.

(Cw8/Nusantaraterkini.co)