Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Barat: 13 Kabupaten/Kota Terdampak, Kerugian Sementara Capai Rp 5 Miliar

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengumumkan estimasi awal kerugian materiel yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem, Rabu (26/11/2026).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,PADANG – Serangan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) secara serentak pada Selasa, (25/11/2025). Akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung sejak Minggu (23/11/2025), puluhan ribu rumah terendam dan memaksa ribuan penduduk mengungsi.

​Dampak masif bencana ini menyebar luas, mencakup Padang, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota, menjadikannya krisis darurat regional.

​Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, mengonfirmasi skala kejadian tersebut. "Akibat hujan deras sejak Minggu, 13 daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor," kata Ilham pada Selasa (25/11/2025) di Padang.

Baca Juga : Jalan Putus, Akses Jalan Panti-Talu-Simpang Empat dan Menuju Medan Lumpuh Total 

Hingga saat ini, laporan resmi mencatat belum ada korban jiwa, namun BPBD terus bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak dan mendistribusikan bantuan makanan ke lokasi pengungsian.

Akses Terputus dan Kerusakan Fasilitas Umum

​Bencana ini tidak hanya mengganggu permukiman, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur penting. Sejumlah ruas jalan desa hingga jalan nasional penghubung Sumbar-Bengkulu dilaporkan terputus, terutama di wilayah Pesisir Selatan, akibat genangan air yang tinggi dan material longsor. Sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya turut mengalami kerusakan signifikan, yang saat ini masih dalam proses pendataan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, pada Rabu (26/11/2026) mengumumkan estimasi awal kerugian materiel yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem tersebut.

​"Perkiraan kerugian sementara sekitar Rp 4,9 miliar lebih. Ini baru perkiraan awal," ujar Arry.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan Empat Warga, BPBD: Sejumlah Wilayah di Sumut Masuki Masa Siaga

Data kerugian yang dihimpun per Selasa (25/11/2025) sore ini bersifat sementara dan berpotensi bertambah, mengingat proses asesmen detail masih berlangsung di lapangan. Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang tercatat sebagai wilayah dengan dampak kerugian paling besar.

Komitmen Pemulihan dan Rekonstruksi

​Pemprov Sumbar menegaskan telah mengaktifkan sistem komando penanganan darurat sejak awal kejadian, dengan BPBD sebagai garda terdepan, didukung oleh TNI, Polri, dan pemerintah kabupaten/kota. Prioritas saat ini adalah pemulihan akses, stabilisasi layanan dasar, dan pemenuhan kebutuhan pengungsi.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Bikin Jaringan Terputus, Warga Tapteng di Perantauan Cemas Tak Bisa Hubungi Keluarga 

​Sekda Arry Yuswandi menekankan pentingnya data valid untuk langkah selanjutnya. "Data kerusakan yang valid sangat penting bagi pemerintah untuk menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kita ingin proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran," tutupnya, seraya memastikan asesmen menyeluruh terhadap rumah warga, lahan pertanian, dan infrastruktur akan segera dipercepat.


(*/Nusantaraterkini.co)