Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Berapa Lama ASI Perah Dapat Disimpan?

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi ASI Perah (Istockphoto.com)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menyusui adalah satu cara terbaik untuk memberikan nutrisi kepada bayi. Namun, bagi banyak ibu, ada kalanya mereka perlu memompa ASI untuk disimpan. Yang menjadi pertanyaan, berapa lama ASI perah dapat disimpan?

Dalam artikel ini, nusantaraterkini.co akan membahas berapa lama ASI perah dapat disimpan.

1. Berapa Lama ASI Perah Dapat Disimpan Setelah Dipompa

Baca Juga : Ranking Futsal Dunia Terbaru: Brasil Tetap Nomor Satu, Jepang Masuk Elite Putri

ASI perah dapat disimpan dalam berbagai cara. Berikut adalah panduan umum untuk menyimpan ASI:

- Di suhu ruangan: ASI yang dipompa dapat bertahan selama 4 hingga 6 jam pada suhu ruangan (sekitar 25°C).

- Di kulkas: Jika disimpan di dalam kulkas, ASI dapat bertahan hingga 3 hingga 5 hari. Pastikan untuk menyimpannya di bagian belakang kulkas, bukan di pintu, untuk menjaga suhu tetap stabil.

Baca Juga : Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Benarkah Akan Digantikan Italia?

- Di freezer: ASI dapat disimpan di freezer selama 6 bulan, tetapi untuk kualitas terbaik, disarankan untuk menggunakannya dalam waktu 3 bulan.

2. Berapa Jam ASI Bertahan di Dot

Setelah ASI dituangkan ke dalam dot, sebaiknya segera diberikan kepada bayi. 

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

ASI yang sudah berada di dot hanya bertahan selama 2 jam di suhu ruangan. 

Jika bayi tidak menghabiskannya dalam waktu tersebut, sebaiknya ASI tersebut dibuang untuk menjaga kesehatan bayi.

3. Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Keluar dari Kulkas Bawah

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Jika ASI diambil dari kulkas, sebaiknya digunakan dalam waktu 2 jam setelah dikeluarkan. 

Jika tidak habis, ASI tersebut tidak boleh dikembalikan ke dalam kulkas dan sebaiknya dibuang. 

Ini penting untuk menghindari risiko bakteri yang dapat berkembang.

4. Bagaimana Cara Menyimpan ASI Setelah Pumping

Menyimpan ASI dengan benar adalah kunci untuk menjaga kualitasnya. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti:

1. Gunakan wadah bersih: Pastikan wadah atau botol yang digunakan untuk menyimpan ASI bersih dan steril. Bisa menggunakan botol khusus untuk ASI atau kantong penyimpanan yang aman.

2. Label wadah: Tulis tanggal dan waktu pemompaan pada wadah agar Anda tahu berapa lama ASI tersebut sudah disimpan.

3. Simpan di tempat yang tepat: Untuk penyimpanan jangka pendek, letakkan ASI di kulkas. Untuk penyimpanan jangka panjang, masukkan ke dalam freezer.

4. Hindari pengulangan pembekuan: Setelah ASI dicairkan, sebaiknya tidak dibekukan lagi. Gunakan dalam waktu 24 jam setelah dicairkan.

Pastikan ASI perah yang dishpan tetap aman dan bergizi untuk bayi. Menyusui atau memberikan ASI perah merupakan cara yang luar biasa mendukung kesehatan dan perkembangan sang bayi. Selamat Mencoba !!!

(Akb/nusantaraterkini.co)