nusantaraterkini.co, MEDAN - Tidur bukan sekadar waktu istirahat, tapi juga kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum. Cukup tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, hingga produktivitas sehari-hari.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, berapa lama sebenarnya waktu tidur yang ideal agar tubuh tetap bugar? Berikut penjelasan lengkap yang kami rangkum untuk sahabat Nuter (sebutan bagi pembaca setia nusantaraterkini.co).
Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia
Baca Juga : Kualitas Tidur Terganggu, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kebutuhan tidur setiap orang berbeda, tergantung pada usia dan aktivitas sehari-hari. Berikut panduan durasi jam tidur berdasarkan usia menurut rekomendasi National Sleep Foundation.
Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam per hari
Bayi (4–11 bulan): 12–15 jam per hari
Baca Juga : Selalu Ingin Tidur, Mungkin Kalian Mengalami Gejala Ini
Balita (1–2 tahun): 11–14 jam per hari
Anak prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari
Anak sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari
Baca Juga : Tak Ada Uang Beli Obat Diabetes, Kakek 60 Tahun Asal Brandan Nekat Curi Motor di Binjai
Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari
Dewasa (18–64 tahun): 7–9 jam per malam
Lansia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per malam
Baca Juga : DPD: Porsi APBN ke Daerah Meningkat Signifikan dalam Skema Asta Cita
Dengan kata lain, rata-rata orang dewasa sebaiknya tidur 7–9 jam setiap malam agar tubuh tetap segar dan fungsi otak berjalan optimal.
Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan
Kurang tidur bukan hanya membuat badan terasa lemas, tapi juga berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang mulai dari penurunan konsentrasi hingga risiko kecelakaan.
Baca Juga : Update Tragedi Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 28 Santri Meninggal Dunia, 132 Korban Dievakuasi
Berikut efek samping kurang tidur yang kami rangkum untuk sahabat Nuter:
1. Penurunan konsentrasi dan daya ingat
Otak menjadi sulit fokus, berpikir lambat, dan mudah lupa.
Baca Juga : Penemuam Kerangka Manusia Terbungkus Kain di Bekas Galian Tanah Hebohkan Warga
2. Menurunnya sistem kekebalan tubuh
Tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
3. Gangguan suasana hati dan kesehatan mental
Kurang tidur meningkatkan risiko stres, cemas, bahkan depresi.
4. Risiko penyakit kronis meningkat
Termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.
5. Meningkatkan risiko kecelakaan
Kantuk berlebihan dapat mengganggu kewaspadaan, terutama saat mengemudi.
Penyebab Umum Susah Tidur
Banyak faktor yang bisa membuat seseorang kesulitan tidur atau mengalami insomnia, di antaranya:
Stres dan kecemasan berlebih yang membuat pikiran terus aktif di malam hari.
Pola tidur tidak teratur atau terlalu sering bergadang.
Kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur yang mengganggu produksi hormon melatonin.
Kondisi medis tertentu seperti nyeri kronis, sleep apnea, atau gangguan psikologis.
Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan terutama menjelang waktu tidur.
Jika sahabat Nuter sering kesulitan tidur, coba terapkan beberapa cara berikut untuk meningkatkan kualitas istirahat:
1. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
2. Lakukan rutinitas relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang.
3. Batasi kafein dan alkohol terutama pada sore dan malam hari.
4. Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, gelap, tenang, dan sejuk.
5. Rutin berolahraga ringan, tapi hindari olahraga berat menjelang tidur.
Tidur cukup dan berkualitas adalah kunci tubuh tetap sehat, bugar, dan fokus menjalani aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami kebutuhan tidur sesuai usia, menghindari faktor penyebab insomnia, serta menerapkan pola hidup sehat, kamu bisa mendapatkan istirahat yang optimal setiap malam.
Jika masalah tidur berlangsung lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(Dra/nusantaraterkini.co)
