Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Berapa Lama Tidur yang Dibutuhkan agar Tubuh Tetap Fit? Ini Penjelasan Lengkapnya

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi orang tidur. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Tidur bukan sekadar waktu istirahat, tapi juga kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum. Cukup tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, hingga produktivitas sehari-hari.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, berapa lama sebenarnya waktu tidur yang ideal agar tubuh tetap bugar? Berikut penjelasan lengkap yang kami rangkum untuk sahabat Nuter (sebutan bagi pembaca setia nusantaraterkini.co).

 Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia

Baca Juga : Kualitas Tidur Terganggu, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda, tergantung pada usia dan aktivitas sehari-hari. Berikut panduan durasi jam tidur berdasarkan usia menurut rekomendasi National Sleep Foundation.

Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam per hari

Bayi (4–11 bulan): 12–15 jam per hari

Baca Juga : Selalu Ingin Tidur, Mungkin Kalian Mengalami Gejala Ini

Balita (1–2 tahun): 11–14 jam per hari

Anak prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari

Anak sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam per hari

Baca Juga : Tak Ada Uang Beli Obat Diabetes, Kakek 60 Tahun Asal Brandan Nekat Curi Motor di Binjai

Remaja (14–17 tahun): 8–10 jam per hari

Dewasa (18–64 tahun): 7–9 jam per malam

Lansia (65 tahun ke atas): 7–8 jam per malam

Baca Juga : DPD: Porsi APBN ke Daerah Meningkat Signifikan dalam Skema Asta Cita

Dengan kata lain, rata-rata orang dewasa sebaiknya tidur 7–9 jam setiap malam agar tubuh tetap segar dan fungsi otak berjalan optimal.

Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan

Kurang tidur bukan hanya membuat badan terasa lemas, tapi juga berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang mulai dari penurunan konsentrasi hingga risiko kecelakaan.

Baca Juga : Update Tragedi Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 28 Santri Meninggal Dunia, 132 Korban Dievakuasi

Berikut efek samping kurang tidur yang kami rangkum untuk sahabat Nuter:

1. Penurunan konsentrasi dan daya ingat

Otak menjadi sulit fokus, berpikir lambat, dan mudah lupa.

Baca Juga : Penemuam Kerangka Manusia Terbungkus Kain di Bekas Galian Tanah Hebohkan Warga

2. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

Tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

3. Gangguan suasana hati dan kesehatan mental

Kurang tidur meningkatkan risiko stres, cemas, bahkan depresi.

4. Risiko penyakit kronis meningkat

Termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.

5. Meningkatkan risiko kecelakaan

Kantuk berlebihan dapat mengganggu kewaspadaan, terutama saat mengemudi.

Penyebab Umum Susah Tidur

Banyak faktor yang bisa membuat seseorang kesulitan tidur atau mengalami insomnia, di antaranya:

Stres dan kecemasan berlebih yang membuat pikiran terus aktif di malam hari.

Pola tidur tidak teratur atau terlalu sering bergadang.

Kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur yang mengganggu produksi hormon melatonin.

Kondisi medis tertentu seperti nyeri kronis, sleep apnea, atau gangguan psikologis.

Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan terutama menjelang waktu tidur.

Jika sahabat Nuter sering kesulitan tidur, coba terapkan beberapa cara berikut untuk meningkatkan kualitas istirahat:

1. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.

2. Lakukan rutinitas relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang.

3. Batasi kafein dan alkohol terutama pada sore dan malam hari.

4. Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, gelap, tenang, dan sejuk.

5. Rutin berolahraga ringan, tapi hindari olahraga berat menjelang tidur.

Tidur cukup dan berkualitas adalah kunci tubuh tetap sehat, bugar, dan fokus menjalani aktivitas sehari-hari.

Dengan memahami kebutuhan tidur sesuai usia, menghindari faktor penyebab insomnia, serta menerapkan pola hidup sehat, kamu bisa mendapatkan istirahat yang optimal setiap malam.

Jika masalah tidur berlangsung lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(Dra/nusantaraterkini.co)