Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bobby Nasution Ungguli Elektabilitas Edy Rahmayadi, Aktivis 98: Masyarakat Sumut Ingin Perubahan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bakal Calon Gubernur (Bacalon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2024-2029 Bobby Nasution unggul jauh dari segi elektabilitas dibandingkan nama-nama besar pesaingnya seperti Edy Ramayadi, Ahok, Ijek maupun Nikson Nababan.

Dalam simulasi 23 nama, Bobby unggul dengan elektabilitas 41,2 persen dan Edy Ramayadi sebesar 15,1 persen. Sementara dalam simulasi top of mind, Bobby unggul dengan elektabilitas sebesar 34,2 persen sementara Edy hanya meraih elektabilitas 21,1 persen.

Baca Juga : Surat Soal Sekolah Rakyat tak Direspons, Ini Kata Guru Mis Tahfidzul Quran Darun Najah

"Nama lain lebih rendah dan belum menentukan pilihan 34,7 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam paparan survei yang dilakukan daring, Minggu (28/7/2024).

Baca Juga : Garuda Muda Siap Tempur, Inilah Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN U-19 Bank SUMUT Championship 2026

Merespon hasil survey tersebut, Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati mengatakan survey itu membuktikan masyarakat ingin ada perubahan kepemimpinan kepala daerah di Sumut.

"Hasil survey LSI itu membuktikan masyarakat Sumut ingin perubahan serta pergantian kepala daerah ke depan," ungkapnya, Selasa (30/7/2024).

Baca Juga : Terungkap, Pemindahan 4 Pulau Aceh Ternyata Diajukan Edy Rahmayadi Saat Jadi Gubernur Sumut

Ikhyar juga menuturkan minimnya dukungan masyarakat Sumut terhadap kepemimpinan Edy Ramayadi disebabkan beberapa kebijakan strategis yang dianggap gagal oleh publik.

Baca Juga : Pascaputusan MK, KPU Sumut Segera Tetapkan Pemenang Pilgubsu

"Misalnya mega proyek pembangunan infrastruktur bernilai 2,7 triliun yang gagal bayar di Dinas PUPR Sumut. Kemudian agenda persiapan nasional PON Aceh-Sumut yang hingga kini masih misterius progresnya bagi masyarakat, hingga komunikasi politik Edy Rahmayadi yang dinilai publik. Point-point tersebut yang menyebabkan dukungan terhadap Edy Rahmayadi menurun deras menjelang Pilgubsu 2024," jelasnya.

Ikhyar menyebutkan, di sisi lain maraknya pembangunan infrastruktur dan revitalisasi bangunan bersejarah yang membuat indah kota diapresiasi warga dan terdengar hingga keluar Kota Medan

Baca Juga : Pramono-Rano Optimistis Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta

"Yang membuat nama Bobby harum karena maraknya pembangunan, bahkan hingga saat ini masih berlangsung di setiap sudut kota, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, revitalisasi bangunan bersejarah, pembangunan taman kota dan drainase yang membuat Medan saat ini sejajar dengan Kota Metropolitan yang di ada Pulau Jawa," jelasnya.

Baca Juga : Artis Harus Manfaatkan Momentum Politik dan Pertahankan Orisinalitas jika Maju di Pilkada

Dalam survei LSI tersebut juga terungkap mayoritas pemilih PDIP cenderung mengarahkan dukungan kepada Bobby Nasution dengan persentase 62,2 persen, dan sisanya memilih kader yang masuk dalam bursa cagub PDIP di Pilgub Sumut, yakni Nikson Nababan sebesar 14,6 persen, lalu kepada Edy Rahmayadi 14,0 persen. Data itu dihitung dari basis responden sebesar 13,3 persen.

"Pemilih PDIP untuk sementara masih ke Bobby. Pemilih PDIP mungkin ini sisa-sisa kenangan ketika Bobby masih menjadi kader PDIP kali," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers, Minggu (28/7/2024).

(zie/Nusantaraterkini.co)