Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Deflasi Melanda Pasar Harga Cabai Anjlok Setelah Pasokan Normal

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pasar MMTC Medan (Sumber foto: Elvirida Lady Angel Purba)

Nusantaraterkini.co, Medan – Harga cabai di pasar mulai mengalami penurunan signifikan, dipicu oleh kembalinya pasokan normal dari para supplier.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara bulan Oktober menyatakan bahwa Cabai Merah menyumbang komoditas deflasi yaitu, 0,21%. 

Baca Juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Bobby Nasution Lepas 1.050 Ton Cabai Karo ke Palangkaraya

Berdasarkan pengamatan Nusantara terkini, pasar MMTC, harga cabai merah kini dijual seharga Rp 24.000 per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 60.000.

Baca Juga : Polres Simalungun Sidak Pasar Jelang Natal: Stok Sembako Aman, Harga Cabai Masih Tinggi

Cabai caplak juga mengalami penurunan harga, kini dijual Rp 24.000 dari harga sebelumnya Rp 70.000.

Sementara itu, cabai hijau dijual dengan harga Rp 28.000 per kilogram.

Baca Juga : Minyakita Langka di Pasar Sumut, Pengamat Soroti Dugaan Pasokan hingga Spekulan

Purba, seorang penjual di MMTC, menjelaskan bahwa penurunan harga ini terjadi seiring dengan kembalinya pasokan cabai ke pasar. 

Baca Juga : Peringati 100 Tahun Kongregasi, Alumni SMA Budi Mulia Gelar Bakti Sosial Besar, Pemko Siap Dukung Penuh

"Sekarang pasokan cabai sudah normal lagi, jadi harganya jadi turun drastis. Cabai merah dan cabai caplak yang sebelumnya mahal, kini jadi terjangkau," ujarnya kepada Nusantara terkini Sabtu, (2/11/2024). 

Meski harga cabai menurun, Purba mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat masih tetap rendah.

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

 "Masyarakat tetap agak ragu untuk belanja banyak. Meskipun harga sudah turun, banyak yang masih menahan diri untuk membeli dalam jumlah besar," tambahnya. 

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga bahan pangan mengalami deflasi, daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya tertekan.

Dengan harga yang lebih rendah, diharapkan masyarakat akan mulai berbelanja lebih banyak, namun saat ini, keengganan untuk belanja masih menjadi tantangan tersendiri.

Para pedagang berharap agar kondisi ini segera berubah dan daya beli masyarakat bisa meningkat, sehingga mereka dapat kembali berjualan dengan stabil. 

"Kami berharap pasar bisa kembali ramai seperti dulu, supaya modal kami juga balik, ini kami sering sekali menombok modal" tutup Purba. 

(Cw9/Nusantaraterkini.co)