Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Demo di Depan Rutan Kelas 1 Medan Warnai Kunjungan Menteri Imipas

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus ke Rutan Kelas 1 Medan, Rabu (18/12/2024), diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Anak Sumatera Indonesia (GAS-Indonesia).

Nusantaraterkini.co, Medan - Kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus ke Rutan Kelas 1 Medan, Rabu (18/12/2024), diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Anak Sumatera Indonesia (GAS-Indonesia).

Massa menuntut pemberantasan praktik mafia di dalam rutan dan meminta tanggapan langsung dari kementerian terkait.

Baca Juga : Tim Gabungan Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urine di Lapas Pakjo Palembang

Baca Juga : Pengguna Narkoba Picu Overkapasitas Lapas, Anggota DPR Usul Pendekatan Rehabilitasi

Koordinator aksi, Ahmad Rolel, menyampaikan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai narapidana kasus narkoba yang diduga menikmati fasilitas mewah dan tetap menjalankan bisnis ilegal dari dalam tahanan. 

“Kami mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk segera mencopot pihak-pihak yang terlibat dalam praktik haram ini dan memastikan adanya perbaikan menyeluruh. Jika tidak ada tindakan tegas, ini hanya akan terus merusak sistem pemasyarakatan,” tegas Ahmad.

Baca Juga : Erick Thohir Soroti Peran Diplomasi Olahraga dalam Perkuat Hubungan Antarnegara

Massa juga menyoroti kasus narapidana Hendra Syahputra alias Tile dan Rudi RZ, dua terpidana narkoba yang diduga mendapat perlakuan istimewa.

Baca Juga : Mendagri: Bantuan dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan, Disalurkan Lewat Lembaga Kemanusiaan Muhammadiyah

Ahmad menambahkan, informasi yang diterima menunjukkan adanya indikasi suap yang melibatkan oknum petugas sehingga kedua narapidana ini tidak dipindahkan ke Nusakambangan bersama napi lainnya pada November lalu.

“Kami meminta agar semua narapidana yang terindikasi masih menjalankan bisnis narkoba dari dalam rutan segera dipindahkan ke tempat yang lebih ketat pengawasannya, seperti Nusakambangan. Kami juga mendesak kementerian untuk melakukan inspeksi menyeluruh agar praktik mafia ini bisa dibersihkan,” tambahnya.

Selain itu, demonstrasi ini juga mengungkap dugaan aktivitas ilegal lain, seperti pesta sabu dan penggunaan alat komunikasi yang melanggar aturan. Koordinator lapangan, Rendi Sinaga, mengatakan aksi ini dilakukan untuk menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya pengawasan di rutan.

“Kami di sini untuk memastikan bahwa kunjungan ini bukan hanya seremonial. Kami ingin ada tindakan nyata dari kementerian untuk membersihkan rutan dari praktik-praktik yang merusak,” ujarnya.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)