Nusantaraterkini.co,MEDAN-Sejumlah perwakilan lembaga swadya masyarakat, pastor dan masyarakat mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) secara permanen. Mereka menegaskan akan melakukan aksi "kepung istana" jika pemerintah tidak memenuhi permintaan tersebut hingga akhir tahun 2025.
"Kami akan terus melawan dan melakukan upaya-upaya agar TPL ditutup secara permanen. Jika tidak, kami dengan jumlah massa yang lebih besar dari aksi-aksi selama ini akan kepung istana pada Januari 2026," tegas Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Rokki Pasaribu, dalam konfrensi pers "Tutup TPL Secara Permanen" yang diselenggarakan Sekretariat Bersama (Sekber), di Medan, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga : Penghentian Operasional Toba Pulp Lestari: Langkah Pemerintah Antisipasi Banjir dan Longsor
Dikatakannya, adanya keputusan dari Kementerian Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut terkait penutupan sementara PT TPL, akan menjadi modal yang kuat bagi pihaknya untuk mendesak penutupan permanen. Sebab, katanya, surat yang diperkuat dengan surat rekomendasi dari Gubernur Sumut Bobby Nasution mengindikasikan ada hal yang tidak semestinya di PT TPL.
"Surat yang merupakan dokumen resmi itu bagi kami menjadi penguat atas temuan kami di lapangan. Sehingga, sudah saatnya dilakukan penutupan permanen," lanjutnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Sekber Pastor Walden Sitanggang. Menurutnya, bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah wilayah di Sumut menjadi pertanda alam, bahwa kerusakan ekologis hutan sudah sedemikian parahnya.
"Tuhan menunjukkan kuasanya melalui alam memperlihatkan adanya kerusakan hutan yang disebabkan kegiatan industri dan TPL ini menjadi penyebab terparah," ungkapnya.
Baca Juga : Masyarakat Adat Minta Tutup TPL, Bobby:Ini Dua Hal Yang Direkomendasikan ke Presiden
Karena itu, tegasnya, pihaknya bersama seluruh yang mendukung pelestarian lingkungan, terkhusus ekologis hutan akan terus berjuang hingga TPL dan perusahaan perusak hutan tutup permanen.
"Ini pertanda keras bahwa kita harus menjaga lingkungan. Menghentikan perusakan lingkungan," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
