Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG – Semangat Ramadan tetap menyala di tengah luka bencana. Ratusan warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, memadati Masjid Baitul Makmur pada Rabu (18/2/2026) malam untuk melaksanakan salat tarawih perdana.
Di antara puing-puing dan kenangan rumah yang hilang tersapu banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, masjid tersebut menjadi satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh. Tempat ibadah itu kini bukan hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga simbol harapan bagi warga yang terdampak.
Meski sebagian masyarakat masih tinggal di posko-posko pengungsian, antusiasme untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan tak surut sedikit pun. Salat tarawih digelar sebanyak 23 rakaat dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak.
Baca Juga : Nestapa Warga Sekumur Jalani Puasa Tanpa Rumah yang Tersisa, Panasnya Tenda Pengungsian Tak Jadi Halangan
Datok Penghulu Desa Sekumur, Sofyan, mengungkapkan rasa syukur atas semangat warganya yang tetap kuat meski dalam keterbatasan.
“Walaupun kondisi kami belum sepenuhnya pulih dan masih banyak kekurangan, masyarakat tetap bersemangat melaksanakan salat tarawih di masjid yang masih tersisa ini,” ujarnya.
Usai salat tarawih, warga melanjutkan tradisi tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Kegiatan tersebut bahkan berlangsung hingga menjelang sahur sekitar pukul 04.00 WIB.
Baca Juga : Sahur di Pengungsian, Warga Desa Sekumur Tetap Semangat dan Bersyukur Jalani Ramadan
Desa Sekumur diketahui menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Hampir seluruh rumah warga hanyut terbawa arus deras beserta material kayu gelondongan yang menghantam permukiman.
Kini, di tengah upaya bangkit dari keterpurukan, Ramadan menjadi momentum penguat spiritual dan solidaritas bagi masyarakat Desa Sekumur.
(Cw4/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Relawan Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir Melalui Jalur Sungai dan Perbukitan
