Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG- sejumlah relawan mrnyalurkan bantuan logistik bahan makanan ke desa terisolir akibat banjir bandang di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Provinsi Aceh, Sabtu (13/12/2025). Untuk menuju ke lokasi, relawan harus menempuh jalur sungai dan berjalan kaki di perbukitan yang memakan waktu hingga lebih dari empat jam.
Untuk bisa menembus desa yang hingga saat ini masih terisolir tersebut, tim relawan yang membawa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan dan minyak goreng harus menyusuri
Sungai Tamiang.
Usai menyusuri aliran sungai, tim relawan kemudian berjalan kaki menyusuri jalan perbukitan sejauh 3 kilometer. Hal ini lantaran akses jalan menuju desa tersebut masih terputus.
"Setelah menempuh waktu total lebih dari empat jam, tim akhirnya berhasil sampai ke desa yang dituju, ujar Ibnu, relawan bencana di Aceh Tamiang.
Baca Juga : 17 Hari Pasca Banjir Bandang, Malam Hari Warga Bertahan Tidur Tanpa Selimut dan Bantal di Tenda Darurat
Dikatakannya, selain membawa kebutuhan pokok, tim relawan juga turut membawa jaringan internet starlink serta genset yang nantinya akan digunakan sebagai alat pembangkit listrik sementara.
"Untuk kesulitan di lapangan, lokasinya yang harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama. Dimana, kita harus menyusuri sungai dan juga berjalan kaki di daerah perbukitan, baru dapat sampai di Desa Sekumur," jelasnya.
Sementara itu, akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu, sebanyak 475 pemukiman milik warga di Desa Sekumur hilang tertimbun kayu gelondongan yang terbawa banjir.
Baca Juga : Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Antusias Tunggu Kedatangan Presiden Prabowo
Tidak hanya itu, banjir bandang juga turut memutus akses darat dari desa tersebut menuju pusat Kabupaten Aceh Tamiang.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
