Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diduga Arogan, Mahasiswa Minta Copot Kasat Reskrim Polres Binjai

Editor :  hendra
Reporter :  DRA
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puluhan mahasiswa di Kota Binjai minta Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mencopot Kasat Reskrim Polres Binjai, Iptu Rino Heriyanto. (Foto: istimewa).

nusantaraterkini.co, BINJAI - Puluhan mahasiswa di Kota Binjai minta Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mencopot Kasat Reskrim Polres Binjai, Iptu Rino Heriyanto.

Permintaan itu dilakukan usai Kasat Reskrim, Iptu Rino diduga menantang mahasiswa untuk menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus ancaman menggunakan senjata api yang melibatkan korban bernama Zakaria.

Kordinator aksi, Ade Rinaldy Tanjung mengatakan, awalnya dirinya akan menggelar aksi unjuk rasa, namun pihak Satreskrim dan Polsek Sei Bingai menemuinya untuk melakukan kordinasi dan meminta agar aksi tersebut dibatalkan.

Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis

Namun, lanjut Ade, pada Minggu (4/5/2025), dirinya mendatangi Polres Binjai guna mendampingi klainnya menjalani pemeriksaan. 

"Saat diruangan pemeriksaan, datang Kasat Reskrim sembari mengatakan kok gak jadi demonya, kesannya seperti nantang, makanya kami gelar aksi unjuk rasa pada hari ini," jelas Ade melalui rilis rekaman suara yang diterima nusantaraterkini.co, Senin (5/5/2025).

Dijelaskan Ade, aksi unjuk rasa mahasiswa ini dilakukan atas kekecewaan keluarga korban Zakari, yang mendapatkan pengancaman menggunakan senjata api pada Januari 2025 lalu.

Baca Juga : Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan

"Meski sudah melapor sejak Januari, hingga hari ini pelaku belum ditangkap. Bahkan, Kanit Reskrim Polsek Sei Bingai sempat menyatakan bahwa senjata yang digunakan hanya tembak mainan, padahal video viral menunjukkan pelaku jelas mengisi peluru ke pistol," terang Ade.

"Proses hukumnya sangat lambat. Kami sudah memberi waktu, tapi tidak ada tindakan serius," tambah Ade.  

Dalam aksi ini, kata Ade, mahasiswa dan keluarga korban Zakaria menuntut keadilan atas kasus ancaman senjata api yang dialami korban.

Baca Juga : Jelang HUT ke-154: Aktivis Soroti Kisruh Politik Binjai, Sebut Kota Rambutan Diambang Kemunduran

Menanggapi tuntutan massa, Wakapolres Binjai Kompol Kusnadi didampingi Iptu Rino Heriyanto menyatakan akan memanggil Kapolsek Sei Bingai.  

"Kami akan panggil dan tindak lanjuti kasus ini, paling lama besok," tegas Kusnadi.  

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, Iptu Rino Heriyanto saat dikonfirmasi terkait tindakannya yang diduga menantang mahasiswa untuk menggelar aksi ujuk rasa, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.

Baca Juga : Aliansi Pemuda- Mahasiswa Binjai Protes Pengangkatan Kadis PUPR

(Dra/nusantaraterkini.co).