Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diduga Minum Racun Serangga, Seorang IRT di Gunungsitoli Ditemukan Tak Bernyawa

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jenazah korban di rumah duka. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, GUNUNGSITOLI - Seorang wanita berinisial SZ alias Ina Fitri (37) ditemukan tewas di rumahnya di Desa Tetehosi Dusun II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Jumat (16/8/2024).

Kapolsek Gido, AKP Firdaus Panjaitan menyampaikan, saat ditemukan kondisi korban dengan mulut berbusa dan didapatkan racun serangga tidak jauh dari posisi korban.

Baca Juga : Demo Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias Ricuh, Kuasa Hukum Tersangka Desak Kejaksaan Buktikan Kerugian Negara

"Mendapatkan laporan, kita langsung menurunkan personel untuk melakukan olah TKP," ungkapnya.

Baca Juga : Sejumlah Harga Kebutuhan Pangan di Sibolga dan Gunung Sitoli Bergerak Anomali

Firdaus menjelaskan, dari keterangan saksi, peristiwa ini berawal saat anak korban yang berjumlah 4 orang berangkat ke sekolah pada pukul 07.00 WIB.

"Ketika itu korban ditinggal sendirian dan masih dalam keadaan baik," jelasnya.

Baca Juga : BPS Sumut Catat Inflasi April 2026 Sebesar 2,92 Persen, Gunungsitoli Alami Kenaikan Tertinggi ​

Selanjutnya saat pulang sekolah, sekitar pukul 12.00 WIB, anak korban berinisial APZR (12) melihat ibunya dalam kondisi telungkup di atas tempat tidur.

Baca Juga : Lonjakan Tarif Listrik dan Emas Perhiasan Kerek Inflasi Sumatera Utara pada Februari 2026 ​

"Ketika didekati dan tubuh korban dibalikkan terlihat korban sudah tak bernyawa dan mulutnya berbusa," sebutnya.

Setelah itu, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Gunungsitoli Idanoi untuk dilakukan visum luar. Dari hasil visum pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Dugaan sementara korban telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan," bebernya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gido, Aiptu Jones Zai menambahkan, di TKP ditemukan racun serangga tidak jauh dari posisi korban.

Korban sendiri, di rumah hanya tinggal bersama anak-anaknya, sedangkan suaminya bekerja di Perkebunan di Pekanbaru.

"Hasil komunikasi melalui telepon, suaminya akan tiba dari Pekanbaru pada hari Minggu (18/8/2024) mendatang," tandasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)