Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dokter koas bernama Fladiniyah Puluhulawa pelaku penganiayaan karyawan roti bakar, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, mangkir dari panggilan polisi.
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pemanggilan yang dilakukan oleh petugas tidak mendapat respons dari pelaku. Oleh karenanya, kata Gidion, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan.
"Kita akan lakukan panggilan kembali kepada pelaku dan jika tidak hadir, akan dijemput petugas," ucap Gidion, Sabtu (11/1/2025).
Kemudian, Gidion menambahkan jika pemanggilan yang kedua juga tidak dipenuhi, maka petugas akan menjemput pelaku.
"Dipanggil sekali dua kali, nggak datang tanpa alasan hukum yang sah ya kita sesuaikan (jemput). Itu prosedur," ucap Gidion.
Diketahui, kasus ini bermula ketika rekaman CCTV penganiayaan yang dilakukan oleh Fldiniyah kepada seorang karyawan roti bakar, tersebar di sosial media.
Menurut kesaksian korban, alasan Dokter Koas itu mengamuk lantaran kesal dengan toping roti bakar yang dibelinya, terlalu sedikit.
Baca Juga: Ombudsman RI Sumut Panggil Kepala Sekolah dan Kadis Pendidikan soal Siswa Dihukum Duduk di Lantai
Dalam rekaman itu, dia terlihat mengamuk didepan parkiran RSUD Pringadi Medan. Ia melempar diduga kota makanan kearah korban dan disusul dengan aksi penganiayaan, berupa mencakar serta menendang korban.
(cw7/nusantaraterkini.co)
