Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

DPRD Medan Sebut Biaya Mengatasi Masalah Banjir Mencapai Triliunan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, mengatakan jika pihak legislatif dan pemerintahan kota telah menetapkan anggaran untuk persoalan banjir di Kota Medan mencapai Triliunan rupiah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala, usai menemui massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, di Jalan Maulana Lubis, Kecamatan Medan Petisah, pada Rabu (3/9/2025). 

Baca Juga : Usai Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota, Massa HMI Kembali Beraksi di DPRD Medan

Namun, Rajudin enggan menyebutkan besaran uang, sumber uang, hingga proses pengambilan keputusannya.

“Akan kita tingkatkan anggarannya agar dipastikan drainase lancar. Begitu juga di daerah Kecamatan Amplas, itu dalam hitungan beberapa bulan ke depan sudah bebas banjir,” ujar Rajudin saat diwawancarai di lokasi, Rabu sore.

“Untuk (total angka) atau detailnya saya lupa. Yang pasti cukup tinggi. seluruhnya se-kota Medan mencapai 1 Triliun,” sambungnya.

Disinggung terkait apakah, anggaran yang disebut sudah tersedia itu diputuskan melalaui proses kajian Analisis Mengenai Dampak dan Lingkungan (AMDAL), Rajudin mengaku jika pihaknya telah menjalankan proses tersebut.

Baca Juga : Usai Demo di Kantor Wali Kota, Massa HMI Kembali Beraksi di DPRD Medan

“Tentu sebelum kami anggarkan tentu kajian dulu,” kata Rajudin.

Persoalan banjir di Kota Medan telah menjelma menjadi momok yang menakutkan. Bencana musiman itu terbilang sangat identik dengan kota Medan.

Ketua Umum HMI Cabang Medan, Cici Rizki Indah, mengatakan jika mereka menemukan beberapa bentuk penanganan banjir yang tidak maksimal di Kota Medan. Kondisi itu, dianggap mengkhawatirkan.

Baca Juga : Kejatisu Kembali Periksa 2 Orang Saksi Dugaan Pemerasan Yang Dilakukan 4 Orang Anggota Komisi III DPRD Medan

“Kami sudah melakukan kajian dan melihat bagaimana penanganan sampah yang ada di rumah warga yang tidak dikelola dengan baik,” kata Cici saat diwawancarai di lokasi.

“Untuk drainase kami juga melihat adanya penanganan yang tidak serius,” imbuhnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)