Nusantaraterkini.co, SAN FRANCISCO - Platform X milik Elon Musk tidak dapat diakses oleh ribuan pengguna, termasuk banyak pengguna di Amerika Serikat (AS), pada Senin (10/3/2025) pagi waktu setempat.
Setelah sekitar delapan jam mengalami gangguan, Elon Musk mengungkapkan bahwa platform tersebut telah menghadapi serangan siber besar-besaran.
"Ada (masih ada) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami menyerang setiap hari, tetapi ini dilakukan dengan sumber daya yang sangat besar," tulisnya di X.
Baca Juga: Heboh Anak Elon Musk Sebut Trump Bukan Presiden dan Minta Tutup Mulut
Menurut Downdetector, sebuah situs web yang melacak laporan pengguna tentang gangguan berani, sebagian pengguna X mengalami gangguan sekitar pukul 05.30 Waktu Bagian Timur (17.30 WIB), dengan lebih dari 20.000 pengguna melaporkan gangguan.
Baca Juga: Elon Musk Singgung soal Alien dan Desalinasi Saat Jadi Pembicara World Water Forum
Meskipun gangguan ini tampaknya sudah teratasi setelah sekitar satu jam, gangguan tersebut kembali muncul sekitar pukul 09.30 Waktu Bagian Timur (21.30 WIB), dengan lebih dari 40.000 pengguna melaporkan masalah.
Beberapa pengguna memang dapat mengakses X secara bergantian, tetapi masalah terus berlanjut hingga pukul 13.30 Waktu Bagian Timur (01.30 WIB).
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
