Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Empat Daerah di Sumsel Berstatus KLB Campak, Palembang dan Prabumulih Jadi Fokus Utama

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi penyakit campak. (foto: Istock)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kabupaten dan kota di Sumatera Selatan setelah mencatatkan total 184 kasus positif hingga akhir Maret 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa menyebut empat wilayah yang menyandang status tersebut adalah Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Baca Juga : Dokter Intership Tewas Akibat Campak, DPR Desak Pemerintah Rombak Total Strategi Imunisasi Nasional

Dari keempatnya, Palembang menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni mencapai 90 kasus positif dari total 578 suspek yang dilaporkan.

Baca Juga : Sumsel Dapat Tambahan 13.000 Kuota Rumah dan Jadi Tuan Rumah Launching Nasional

“Di Sumsel, ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak. Kota Palembang mencatat 60 kasus positif pada Januari dan 30 kasus pada Februari, sementara di Prabumulih terdapat 16 kasus positif dari 76 suspek,” ujar Ira Primadesa dalam keterangannya di Palembang, Selasa (7/4/2026).

Selain Palembang dan Prabumulih yang telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium, wilayah Banyuasin melaporkan 15 kasus suspek dengan 5 hasil positif.

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Sementara itu, di Musi Rawas Utara (Muratara) terdeteksi 66 suspek dengan 8 kasus positif, yang memicu pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah preventif di lapangan.

Baca Juga : Tekan Prevalensi Perokok Pemula, Kemenkes Bakal Seragamkan Kemasan Rokok dan Vape

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Sumsel mendorong percepatan imunisasi massal dan imunisasi kejar di wilayah terdampak.

Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan guna memastikan cakupan imunisasi rutin mencapai target yang merata untuk memutus rantai penularan di masyarakat.

Baca Juga : Cegah Risiko Penularan, 900 Tenaga Kesehatan RSU Haji Medan Jalani Vaksinasi Campak

“Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta pelaksanaan imunisasi massal di daerah KLB,” katanya.

Ira menambahkan, secara akumulatif sejak Januari hingga 30 Maret 2026, terdapat 1.243 kasus suspek campak di seluruh Sumatera Selatan.

Meski tren pada bulan Maret tidak menunjukkan adanya tambahan kasus positif, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat sifat penyakit ini yang sangat mudah menular.

“Tren kasus tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan serta upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di Sumsel,” tutupnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)