Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Fonika Affandi Pimpin Panen Urban Farming, Tambah Menu Sehat bagi Warga Binaan Lapas Cipinang

Editor :  hendra
Reporter :  DRA
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Fonika Affandi Pimpin Panen Urban Farming, Tambah Menu Sehat bagi Warga Binaan Lapas Cipinang. (Foto: Dok, Lapas Cipinang).

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pelaksana Harian Kepala Lapas (Lapas) Kelas I Cipinang, Fonika Affandi, memimpin langsung panen urban farming.

Hal ini sebagai langkah progresif melalui kegiatan panen hasil urban farming dan ternak. 

Kegiatan panen ayam kampung ini merupakan salah satu program unggulan Lapas Kelas I Cipinang dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, Jumat (3/1/2025).

Baca Juga : Sugiat Santoso Puji Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” Karya Teguh Santosa

Selain hasil panen ternak, program urban farming Lapas Cipinang juga mencakup budidaya sayur-sayuran seperti kangkung, terong, dan cabai, serta peternakan ayam petelur, bebek, dan berbagai jenis ikan konsumsi. Program ini bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan warga binaan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi mereka dan lingkungan sekitar.  

Fonika Affandi mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan program ini. "Kami sangat bangga dengan hasil panen kali ini. Program ketahanan pangan ini adalah wujud nyata upaya kami untuk memberikan manfaat bagi Lapas dan warga binaan, sekaligus memperlihatkan potensi besar dalam pengelolaan sumber daya secara mandiri," tuturnya.  

Hasil panen urban farming ini langsung dimanfaatkan oleh Dapur Lapas untuk menambah keberagaman menu makanan bagi warga binaan. 

Baca Juga : Mayat yang Ditemukan di Sungai sebelah Rumah Dinas Gubsu Ternyata Warga Sumbar

Penanggung Jawab Dapur, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa sayuran segar seperti kangkung hasil panen akan diolah menjadi menu plecing yang segar dan bergizi, mendampingi hidangan utama yang sudah disiapkan untuk siang hari ini, berupa; nasi, tumis kubis cah wortel, tahu, ayam goreng, dan pisang sebagai pencuci mulut.  

"Hasil panen ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas gizi makanan warga binaan. Dengan ketersediaan bahan segar dari urban farming, kami bisa menyajikan menu yang lebih beragam dan bernutrisi," ujar Slamet Riyadi.  

Program ini juga melibatkan kerja sama aktif antara petugas dan warga binaan. Sartono, salah satu pegawai yang ikut serta dalam kegiatan panen, menyampaikan apresiasinya. 

"Kerja bakti membersihkan area urban farming dan panen bersama ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat menghasilkan manfaat nyata," ujarnya.  

Fonika Affandi menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi semua pihak. 

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan ini. Dengan kerja sama yang baik, kami yakin Lapas Cipinang dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menjalankan program yang berkelanjutan," tambahnya.  

Program ketahanan pangan di Lapas Cipinang memberikan dampak positif yang signifikan dan berjangkauan luas. Melalui pemberdayaan warga binaan serta pengelolaan lahan secara optimal, Lapas Kelas I Cipinang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dalam mendukung kemandirian serta kontribusi sosial yang nyata.

(Dra/nusantaraterkini.co).