nusantaraterkini.co, JAKARTA — Seorang perempuan muda asal Sukabumi, Jawa Barat, berinisial RR akhirnya berhasil dipulangkan setelah diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China. Kepulangannya difasilitasi langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou.
RR diketahui menikah secara resmi pada Mei 2025. Namun, setelah menjalani kehidupan rumah tangga di China, ia diduga menjadi korban TPPO dan mengalami kekerasan seksual. Menindaklanjuti laporan tersebut, KJRI Guangzhou melakukan verifikasi pada 10 Oktober 2025 dan tidak menemukan bukti kekerasan sebagaimana yang sebelumnya disebutkan.
Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, juga telah menemui keluarga suami RR dan berdialog dengan otoritas setempat. Dari pertemuan itu, disepakati bahwa pernikahan RR akan diakhiri sesuai ketentuan hukum di China.
Baca Juga : Sumut Jadi Pelopor Pengelolaan Venue Olahraga dengan Sistem BLUD usai Tuan Rumah PON
“KJRI Guangzhou melakukan upaya pelindungan secara optimal terhadap Warga Negara Indonesia. Saudari RR dapat dipulangkan berkat kerja sama yang baik antara otoritas setempat dan pihak berwenang di Indonesia,” ujar Ben, dikutip dari laman resmi Kemlu RI melalui kumparan, Rabu (19/11/2025).
Selama proses penanganan, KJRI Guangzhou menanggung seluruh biaya akomodasi, penampungan hampir satu bulan, hingga biaya kepulangan RR ke Indonesia.
Pada Senin (17/11/2025), RR secara resmi diserahkan oleh KJRI Guangzhou kepada Kepolisian Republik Indonesia, diwakili oleh Kompol Nirwan Fakaubun dari Divisi Hubungan Internasional dan AKP Ade Saepudin, penyidik Polda Jawa Barat.
Baca Juga : Murid SDN di Langkat Belajar Beralaskan Tikar, Ini Kata Kadisdik dan Ombudsman RI
Sepanjang tahun 2025, KJRI Guangzhou telah menangani lebih dari 10 kasus TPPO dengan modus pengantin pesanan. Karena itu, KJRI mengimbau para WNI untuk mengenali calon pasangan secara mendalam, memahami prosedur pernikahan lintas negara, dan memenuhi seluruh persyaratan hukum baik di Indonesia maupun negara pasangan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
