Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad, menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi anak-anak korban bencana di Sumatera, meski dalam kondisi serba terbatas.
Ia mengapresiasi langkah terobosan yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dalam situasi darurat.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tinjau IKN, Pusat Pemerintahan Ditargetkan Rampung 2028
Menurut Habib, program yang dijalankan Kemendikdasmen tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan secara konkret di lapangan.
Ia menyoroti masih banyaknya keterbatasan yang dihadapi para siswa terdampak bencana, mulai dari minimnya peralatan sekolah, kursi, buku, hingga tidak dimilikinya seragam sekolah.
“Seragam sekolah itu bukan sekadar pakaian, tapi juga identitas diri sebagai seorang siswa. Ironis kalau sampai tidak dimiliki,” ujar Habib Syarief, Selasa (13/1/2026).
Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang tetap berupaya mengajar di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Habib menilai, dengan segala kondisi yang ada, pelaksanaan KBM setidaknya masih bisa difungsikan sekitar 60 hingga 70 persen.
“Kita bisa memberikan toleransi sampai Februari. Nanti kita lihat perkembangannya sampai ke titik nol, dan yang tidak kalah penting adalah memperhatikan sisi psikologis anak-anak,” jelas legislator dapil Jabar ini.
Habib juga menegaskan bahwa dirinya telah sepakat dengan langkah dan kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca Juga : Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi Nasional
Ia mendorong agar Kemendikdasmen tetap fokus dan bekerja secara maksimal dalam memastikan hak pendidikan anak-anak korban bencana tetap terpenuhi.
“Saya sepakat apa yang dilakukan Mendikdasmen harus fokus dan maksimal,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
